201719 KALI DIBACA

Tenaga BHL Diberhetikan Di PTPN I Kebun Cot Girek Datangi Kantor YARA Perwakilan Langsa, Cari Kepastian Hukum.

Tenaga BHL Diberhetikan Di PTPN I Kebun Cot Girek Datangi Kantor YARA Perwakilan  Langsa, Cari Kepastian Hukum.
example banner

Langsa I Realitas – Tenaga kerja Buruh Harian Lepas (BHL) Panen PTPN I Langsa, Cot Girek yang sudah bekerja selama 1 sampai 6 tahun sejak tanggal 1 Juni 2018 mereka dipindah tugaskan dengan berbagai alasan tidak jelas akhirnya Senin (25/6/2018) malam, mendatangi Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Langsa.

Kedatangan perwakilan Tenaga BHL di terima oleh Ketua YARA Perwakilan Kota Langsa H A Muthallib Ibr, SE SH Msi Mkn, dan berapa orang stafnya.

Perwakilan dari BHL PTPN I Kebun Cot Girek itu mendatangi kantor YARA perwkikan Langsa untuk menyerahkan kuasa dalam kasus mereka yang selama ini kerja sebagai pemanen di kebun PTPN Cot Girek sudah dialihkan fungsikan tidak lagi bekerja sesuai dengan pekerjaan selama ini, ujar para perwakilan tenaga BHL.

Mereka selama ini di Iming-iming untuk diangkat sebagai karyawan sebelumnya sudah mempersiapkan adminstrasi yang dimintakan oleh pihak mandor di kebun itu, ternyata sejak tanggal 1 Juni 2018, pekerjaan tidak lagi bekerjasama sebagai mana biasa, mereka sebelumnya bekerja memakai nomor urut sekarang sudah pakai abjad artinya pakai A, B sampai Z.

Ternyata ini kami dapatkan informasi kami sudah diberhentikan sebagai tenaga pemanen, dialihkan fungsikan ke pekerjaan lain.

Banyak hal lainnya yang kami pertanyakan dalam hal tenaga kerja kami ini, pihak PTPN kebun Cot Girek yang selama ini kami tidak jelas statusnya seperti laporan ke Disnakertrans dan Astek kami harus diperjelas selama ini kami kalau dikirim kerumah sakit menggunakan nama orang lain untuk berobat, ujar Hasan Basri ST dan Munawar Sidik ST.

Sementara itu Ketua YARA Perwakilan Kota Langsa, H A Muthallib Ibr, SE SH Msi Mkn, kepada wartawan mengatakan semua Keluhan yang disampaikan oleh pihak korban yang diberhetikan selama ini bekerja sebagai pemanen sudah kota dengar dan kuasanya juga sudah kita terima.

Namun demikian kami sebagai penerima kuasa harus mempelajari dan nantinya kita akan bawa kasus ini Disnakertrans dan juga akan kita gugat ke PHI, ujar H A Muthallib yang juga Dosen Fakuktas Hukum Unsam Langsa.

Setelah kita mendengar apa yang disampaikan oleh para perwakilan tenaga pemanen selama ini yang sudah bekerja sekian lama di hutan itu sepertinya mereka ini sudah seperti budak di mereka yang hanya memanfaatkan tenaga dan memberikan upah tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan tenaga kerja, ujarnya.

Apa yang kita akan gugat nanti saya sampaikan setelah kami bahas dengan tim YARA Pusat, nanti, ujar H A Muthallib Ibr, mantan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Tunggu saja nanti hasilnya evakuasi tim YARA Akan kita sampaikan kepada semuanya karana tim YARA akan turun ke lapangan nantinya, sepeti Kebun Lama, Kebun Baru, Kebun Tualang Sawet, Kebun Cor Girek dan Kebun Pulau Tiga Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut H Muthallib Ibr, ini banyak hal yang aneh kita melihat tentang pekerjaan di PTPN I, kok masih ada pekerja di bagian Produksi yang tidak jelas statusnya, seharusnya di bagian produksi ini bukan buru lepas, makanya nanti akan sering dengan pihak Disnakertrans dan pihak astek apakah tenaga kerja yang selama ini bekerja di PTPN I ada dilaporkan ke Disnakertrans dan astek, ujar ketua Almumnk Mkn Umsu Medan.

Sebelumnya juga – Buruh Harian Lepas serahkan dokumen kepada pihak pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, Muhammad Zubir, SH, H A Muthallib Ibr, SE SH Msi Mkn, Basri, dikantor Perwakilan Yara Kota Langsa, Kamis (21/6/2018).

Dokumen ini harus kita pelajari secara mendalam kerena pihak korban sudah diberhentikan sejak tanggal 1 Juni 2018, seharusnya mereka dipekerjakan dengan baik, ujar M Zubir.

Kita akan persiapkan proses hukum ini dengan cepat karena persoalan ini tidak boleh lama-lama untuk kita ajukan ke Pengadilan PHI, tambah Basri.

Kita akan proses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku ini kasus besar dan kasus pertama sekali dilakukan gugatan terhadap PTPN I Langsa.

Menurut sumber yang layak dipercaya dari tenaga kerja yang di berhentikan atas perintah Desmanto Direktur Operasional (Dir Ops) PTPN I Langsa.

Sebelum kami diberhentikan Dir Ops memanggil semua Manager kebun dalam lingkungan PTPN I Langsa, ujar sumber yang layak di percaya dari kalangan PTPN I Langsa.

Setelah Pak Desmanto memanggil sejumlah Manager ke ruangan off rom PTPN Langsa akhir Bulan Mei 2018, tidak lama jabatan itu ditempati Desmanto membuat Gebrakan dengan memberhentikan ratusan tenaga kerja BHL, sebut sejumlah sumber Media ini Kamis (21/6/2018).

Sementara itu Media mencoba melakukan konfirmasi dengan Dir Ops PTPN I Langsa Desmanto Kamis (21/6/2018) pihaknya mengakui sedang dalam perjalan menuju ke Medan dan Yogyakarta ada rapat disana ujar Desmanto.

Sementara itu menjawab WA dari Media Realitas, Waalaikum salam wr wb… Pak Muthalib….. saya sedang dalam perjalanan ke Medan… ada meeting di jogja besok. Tks…

Pak Muthalib… Kondisi sebenarnya kami sudah konfirmasi di Media Online. Saya kira bapak sudah baca. Tks

Sehubungan saat ini panen rendah, sebagian kelebihan tenaga panen di alihkan ke pemeliharaan dan sebagian lagi masih tetap panen.

Bila produksi puncak, tenaga pemel akan dimanfaatkan kembali ke tenaga pemanen. Demikian Pak Muthalib…

Sementara itu sebelumnya Kamis (14/6/2018) diberitakan Media ini Yayaysan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengingatkan kepada humas PTPN I Langsa Yantri Bakti Putra SE MM, jangan lagi sampaikan berita bohong lepasan publik.

Apa yang disampaikan oleh KasubBag Humas itu kepada sejumlah Media adalah kabar bohong dan tidak masuk akal karena buktinya ada dipecat tenaga panen di PTPN1 Langsa, buktinya korban mendatangi kantor Media Realitas Senin sore (11/6/2018).

Sebelum berbicara seharusnya KasubBag Humas harus melihat bukti-bukti jangan sampai asal ngomong di Media menbenarkan diri.

Kita sudah hubungi beberapa orang korban pemecatan dan akan kita gugat nanti usai lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, ujar Direktur PPID YARA Aceh (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Muhammad Zubir SH, Kamis (14/6/2018).

Semua fakta lapangan sudah kita dapatkan dan korban sudah tidak bekerja semenjak tanggal (1/6/2018) bagaimana KasubBag Humas mengatakan tidak ada pemecatan tenaga panen menjelang lebaran Idul Fitri itukan berita bohong, kita punya bukti bukan asal bunyi, datang kekantor Media Realitas dan Kantor YARA kota Langsa untuk mohon bantuan hukum, ujar Zubir.

Manajemen PTPN I Langsa sudah cukuplah bohong dengan masyarakat sekitar, ujarnya lagi.

Kita sangat mengetahui saat ini PTPN I Langsa, belum memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP), baik kebun di Wilayah Kota Langsa, maupun di Aceh Timur.

Dan Kasus ini sudah pernah ditangani pihak Polda Aceh, YARA akan mempertanyakan kasus ini ke Polda Aceh sejauh mana sudah dengan IUP PTPN Langsa, usai lebaran ini akan kami pertanyakan ke Polda Aceh, ujar Zubir yang juga tokoh Aceh Timur.

Muhammad Zubir, SH sedang memperlihatkan dokumen sejumlah Buruh Harian Lepas ( BHL ) dikantor Media Realitas Jln Syiah Kuala simpang 4 Remi Langsa, segera melakukan gugatan ke PHI dan Disnakertrans Aceh.

Sebelumnya diberitakan Media ini Rabu (13/6/2018) Buruh Lokal Jadi Korban Arogansi Pejabat PTPN I Langsa, Yantri KasubBag Humas PTPN I Pembohongan Publik.

Ratusan Buruh Harian Lepas (BHL) di beberapa Avdeling perkebunan PTPN I (Persero) Aceh, yang telah dipecat secara sepihak tanpa tenggang rasa, dikabarkan merupakan korban dari sikap arogansi Para pejabat PTPN I Langsa.

“Ini tindakan arogan para Oknum di PTPN I Langsa yang mengelola Perkebunan Milik Negara mirip seperti gaya Penjajah Belanda.

Kita minta Pemerintah Daerah segera melakukan intervensi guna menyelamatkan buruh lokal yang telah dipecat secara sewenang-wenang.

Dikatakannya, sesuai peraturan Perundang-Undang Republik Indonesia khususnya UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) beserta peraturan pelaksanaannya, PTPN I Langsa Aceh dinilai telah melanggar hukum dengan melakukan pemecatan sepihak terhadap buruh harian lepas yang telah bekerja dalam rentang waktu selama bertahun-tahun.

Media Realitas Kamis (14/6/2018) menerima bantahan dari Manajemen PTPN I Tidak Benar Memberhentikan KHL Panen

Langsa, 12 Juni 2018

Terkat pemberitaan di Media Online,
Mediarealitas.com dan Afnews .co.id
Tanggal 11 Juni 2018 Ratusan Buruh KHL
Panen di PTPN I Langsa di Pecat menjelang
Hari Raya Idul Fitri Tanpa Tenggang Rasa

Dalam hal ini Manajemen PTPN I melalui Humas, Protokoler & Portal BUMN (Yantri Bakti Putra) menjelaskan tidak benar ratusan karyawan KHL Panen PTPN I jelang Idul Fitri Dipecat, hal ini hanya miskomunikasi saja, ungkap Yantri Bakti Putra, sebenarnya mereka tidak diberhentikan hanya dialihkan sementara pekerjaannya yang biasanya mereka sebagai tenaga KHL Panen menjadi KHL Pemeliharaan, Memupuk dan lain-lain.

Yantri juga menjelaskan sehubungan dengan penurunan produksi TBS beberapa bulan terakhir dan juga kemarau yang sangat berpengaruh terhadap kematangan TBS di pokok, dalam rangka peningkatan mutu TBS yang dipanen, maka manajemen memandang perlu untuk melakukan penataan kembali dan Rasionalisasi penggunaan tenaga kerja dilapangan terutama tenaga panen dan pemeliharaan tanaman.

Salah satunya adalah dengan melakukan perubahan sistem dan kavel panen dari 6/7 menjadi 8/10, dengan diberlakukannya sistim baru ini, maka dibeberapa kebun terjadi kelebihan tenaga panen, atas kelebihan tenaga pemanen tersebut, manajemen perusahaan tidak melakukan pemberhentian/pemecatan, tetapi difungsikan ke pos-pos pekerjaan lain seperti tunasan, pemeliharaan dan pemupukan hal ini sudah dilaksanakan sejak bulan Juni.

Kondisi ini juga akan di evaluasi dan ditinjau kembali sesuai dengan produktivitas TBS dilapangan, pada saat panen puncak dimungkinkan tenaga tersebut dipekerjakan kembali sebagai tenaga pemanen dilapangan.

Pengalihan tenaga kerja itu sifatnya sementara dan merupakan program dari penataan tenaga kerja panen yang berlebih.

Hal ini sudah disampaikan oleh manajemen kebun kepada karyawan dimaksud, agar tidak terjadi salah pengertian/kesalah pahaman.

Pada kesempatan ini kami tegaskan bahwa manajemen PTPN I tidak melakukan pemberhentian tenaga kerja, melainkan proses pengalihan tenaga kerja ke pos pekerjaan lain dalam rangka pemetaan kembali penggunaan tenaga kerja.

Pemanen yang berlebih dan diisukan diberhentikan tersebut, masih dipekerjakan di PTPN I pungkas Yantri Bakti Putra (Humas N I).
(M Nazar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS