86619 KALI DIBACA

Setelah Diberitakan Media Ini Tim Kanwil Kumham Aceh Turun Ke Lapas Kls II A Banda Aceh Periksa 16 Napi Huni Sel Isolasi.

Setelah Diberitakan Media Ini Tim Kanwil Kumham Aceh Turun Ke Lapas Kls II A Banda Aceh Periksa 16 Napi Huni Sel Isolasi.

Banda Aceh I Realitas – Setelah Diberikan Media ini Minggu (3/6/2018) tim dari Kanwil Kumham Aceh beraksi dan turun periksa Lapas Kls II A Banda Aceh untuk melihat langsung kondisi 16 Narapidana ( NAPI) huni sel isolasi di Lapas yang beberapa bulan lalu terjadi kerusuhan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Budi Utami langsung menindak lanjuti laporan adanya 16 narapidana yang dikurung di kamar sel isolasi sejak 4 bulan terakhir di Lapas Klas IIA Banda Aceh.

Tanpa menunggu lebih lama pihak Ditjenpas langsung memerintahkan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kumham Aceh melakukan Investigasi ke lapas Lambaro.

Kepada Sejumlah Wartawan, Kadivpas Kanwil Kumham Aceh H Meurah Budiman, SH MH- menyampaikan jika Tim Kanwil yang dipimpinnya telah melakukan monitoring langsung ke Lapas Klas IIA Banda Aceh pada hari ini, Senin (4/6/2018) sekiranya pukul 11:00 WIB.

Meurah budiman mengakui jika benar adanya 16 napi yang yang terlibat kerusuhan lapas beberapa waktu lalu masih ditempatkan di kamar sel isolasi.

Penempatan ke 16 napi ini dikamar sel isolasi menurut Meurah Budiman yang disapa Ampon Meurah di Aceh, adalah upaya mengantisipasi para napi tersebut kembali melakukan provokasi terhadap napi lainnya, ujarnya.

Lebih lanjut Ampon Meurah menjelaskan Penempatan ke 16 napi ini kamar isolasi adalah upaya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan misalnya komunikasi yang bersifat kembali memprovokasi napi lainnya “,jelas Ampon Meurah.

Namun saat dirinya melakukan pemeriksaan ke kamar hunian ke 16 napi tersebut mendapatkan para penghuni dalam keadaan sehat,tempat tidur yang layak (matras),air bersih yang memadai untuk MCK.

Bahkan ke 16 napi ini juga mendapatkan hak sebagai warga binaan seperti napi umum lainnya, baik kunjungan keluarga, titipan makanan, shalat tarawih, shalat ashar dan bersantai-santai diluar kamar isolasi berapa saat, ujar Ampon Meurah.

“ Alhamdulillah tadi saat saya lihat kekamar mereka semua sehat-sehat, air bersih untuk MCK cukup, tempat tidur juga dari matras,mereka juga diperkenankan untuk menerima kunjungan keluarga, shalat tarawih, shalat ashar dan bersantai sesaat diluar sel “,ungkap meurah.

Ketika ditanya mengapa ke 16 napi ini tidak segera dilakukan pemindahan ke lapas atau rutan lainnya di Aceh, meurah budiman mengatakan jika ke 16 napi ini masih dalam proses hukum di kepolisian, disamping napi ke 16 napi ini juga adalah tahanan titipan polresta Banda Aceh.

“ Mereka disamping napi juga tahanan titipan polresta, namun sampai saat ini kami belum mendapatkan kejelasan tentang status mereka semua dari pihak polresta Banda Aceh, jadi itu menjadi kendala kita makanya tidak bisa untuk dipindahkan ke lapas lain “, bebernya.

Untuk itu dirinya bersama Kalapas Banda Aceh Endang Lintang akan segera melakukan koordinasi dalam waktu dekat dengan polresta Banda Aceh mengenai status ke 16 napi tersebut.

“ Insyah Allah saya bersama kalapas Banda Aceh pada hari Rabu lusa akan berkordinasi dengan polresta Banda Aceh mengenai status napi-napi tersebut,tentunya untuk kita pindahkan ke lapas lainnya untuk pembinaan lebih lanjut “,pungkasnya.

Apresiasi Untuk Dirjenpas Ditempat terpisah T. Sayed Azhar salahsatu aktivis Forum Pengamat Pemasyarakatan (FORMATPAS) menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi atas respon serta tindak lanjut yang diperlihatkan oleh Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami dengan kehadiran tim kanwil kumham ke lapas Banda Aceh.

Menurut Sayed, dirinya sejak awal telah optimis akan ditindak lanjuti permasalahan 16 napi ini oleh Ditjenpas dan Kanwil Kumham Aceh.

” Saya sudah terima laporan tadi tim kanwil Aceh sudah ke monitor ke lapas Banda Aceh, kami sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah ibu dirjenpas yang segera menindaklanjuti laporan tersebut, kami tidak memiliki kepentingan apapun dalam hal ini makanya saya optimis ini akan ditindak lanjuti “,ungkap Sayed saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Senin (4/6/2018).

Walau demikian Sayed masih menyatakan rasa penasarannya terkait beberapa napi yang sebelumnya dituding oleh kalapas banda aceh sebagai pemicu kerusuhan lapas Banda Aceh namun saat dilakukan pemeriksaan oleh polisi tidak terbukti seperti dituduhkan oleh kalapas.

Sayed bersama aktivis lainnya mengawal serta melakukan pemantauan setiap kasus yang terjadi baik di lapas aceh maupun lapas lainnya di luar Aceh sebagai wujud dukungan terhadap kepemimpinan Dirjenpas yang baru yakni Sri Puguh Budi Utami.

” Kita tidak akan selesai sampai disini,masih banyak permasalahan diberbagai lapas/rutan di Aceh yang perlu kita bantu benahi dan masih banyak suara lemah para napi yang harus kami teriakan agar didengar oleh para pimpinan di negeri ini, ini adalah bukti serta komitmen kita mendukung kepemimpinan ibu Sri Puguh Budi Utami sebagai Dirjenpas “,tegas Sayed.
( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS