89019 KALI DIBACA

Satgas Dan Seluruh Pengurus FSPBUN IX TT – PTPN IX Semarang Menyatakan Siap Satu Komando.

Satgas Dan Seluruh Pengurus FSPBUN IX TT – PTPN IX Semarang Menyatakan Siap Satu Komando.
example banner

Semarang I Realitas – Budiyono, S.H., M.H, Ketua Umum FSPBUN IX Tanaman Tahunan PTPN IX Semarang terkait kegigihannya dalam memperjuangkan hak dan kepentingan karyawan sampai merencanakan pendirian FSPBUN Perjuangan.

Dalam keterangannya Budiyono menyampaikan beberapa alasan mengapa sampai menginisiasi pendirian FSPBUN Perjuangan antara lain karena alasan-alasan berikut ini, ujar Budiyono SH MH, kepada Media Realitas di Semarang Senin ( 18/6/2018) siang.

Sesuai amanah UU No 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, maksud dan tujuan didirikannya SP/SB adalah dalam rangka membela, melindungi dan memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja beserta keluarganya.

Maksud dan tujuan ini tidak hanya semata-mata membuat dan merundingkan Perjanjian Kerja Bersama namun lebih luas lagi SP/SB harus berani menyampaikan aspirasi anggota, memperjuangkan hak anggota, termasuk mengkritisi Manajemen manakala ada policy yang membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.

Namun terkait policy perusahaan ini terutama pada perusahaan milik Negara, milik Daerah dan jarang pada perusahaan milik perorangan.

Jadi SP/SB tidak hanya menjadi organisasi yang hanya mengiyakan apapun yang dilakukan manajemen, hanya karena takut kehilangan jabatan, takut terhambat karier, atau biar dinilai sebagai SP/SB yang santun dan mendapat pujian dari pihak terkait.

SP/SB yang pengurusnya dari luar perusahaan biasanya lebih berani menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak anggotanya karena tidak ada yang ditakutkan, namun bagi SP/SB yang pengurusnya adalah Karyawan seperti FSPBUN kecenderungan takut seperti itu sangatlah mungkin terjadi dan bisa dimaklumi.

Namun tidak semua SP/SB yang pengurusnya dari unsur karyawan suatu Perusahaan merasa takut, contohnya SP Garuda (Persero) yang mengancam mogok pada minggu ke II Juli 2018 apabila aspirasi yang disampaikan tidak ada solusi yang terbaik, jelas Budiyono sambil menunjukkan agar dicek berita detik.com.

Di Perusahaan Perkebunan yang merupakan anak perusahaan BUMN masih banyak terdapat hak hak pekerja yang tidak dipenuhi oleh Manajemen, masih banyak policy yang merugikan karyawan tetapi belum ada sikap dan gerakan nyata dari SPBUN entah alasannya apa. 

Ketika didesak contoh hak karyawan yang belum dipenuhi manajemen, Budiyono menjelaskan banyak anggota SPBUN dari beberapa PTPN yang mengadu kepadanya terkait dengan hak yang belum diberikan kepada karyawan misalnya SHT, termasuk juga adanya pengurangan hak karyawan seperti pengurangan Premi, meskipun Budiyono tidak menjelaskan secara detail mengingat tidak etis mengatakannya.

Kalau alasan perusahaan tidak mampu membayar mestinya ada mekanisme penyelesaian misalnya saja diselesaikan secara bipartit jika tidak selesai melalui dinas Tenaga kerja sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),…pasti ada penyelesaian dan tidak terkatung-katung.

Menurut budiyono, apabila ada pengurus SP/SB yang merupakan karyawan dari perusahaan namun tidak amanah dan takut dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya lebih baik mundur saja dari pengurus, karena jelas merugikan anggotanya.

Anggota membayar iuran dan memilih pengurus bukan hanya cuma cuma, harus mendapatkan manfaat dari keberadaan SP/SB Diakhir konfirmasi Realitas.

Budiyono menegaskan bahwa inisiatifnya mendirikan FSPBUN Perjuangan karena dirinya menilai bahwa FSPBUN yang sekarang ini jauh berbeda dari FSPBUN sebelumnya yang saat itu benar benar berwibawa, memiliki marwah dan mampu memperjuangkan kepentingan anggota. Kami hanya ingin memperjuangkan hak dan kepentingan karyawan PTPN yang belum tersentuh oleh Serikat Pekerja yang sudah ada, disamping itu kami juga akan kritis terhadap manajemen dalam pengelolaan perusahaan, karena kami tidak ingin perusahaan tempat periuk nasi bagi anggota dan keluarganya gulung tikar karena salah kelola. 

Nama FSPBUN Perjuangan ini baru wacana, jika pendukung nantinya menyepakati nama lain agar tidak terkesan menyaingi Organisasi yang sudah ada, nama bisa diubah sesuai kesepakatan, ujar Budiyono di akhir pembicaraan dengan Media ini.
 ( H A Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS