264619 KALI DIBACA

Proyek Aspirasi Dewan Berselemak Masalah, Kader PKS Dituding Serobot Sawah Warga.

Proyek Aspirasi Dewan Berselemak Masalah, Kader PKS Dituding Serobot Sawah Warga.
example banner

Bireuen I Realitas – Puluhan paket proyek aspirasi DPRK Bireuen TA 2018, diduga sarat penyimpangan dan menjadi ladang korupsi empuk para wakil rakyat, yang berkedok program pembangunan.

Padahal, hampir semua pekerjaan itu, ditengarai hanya akal-akalan Oknum dewan semata.

Guna menguras dana publik, untuk membiayai pemilu 2019 mendatang.

Seperti proyek aspirasi Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Tepat Guna, yang “dititipkan” pada Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, di Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang Kapten Bireuen.

Selain dikerjakan asal jadi, pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi teknik dalam RAB ( kontrak ).

Bahkan, proyek fisik ini juga berdampak buruk kepada masyarakat, khususnya para penerima manfaat, akibat perampasan sawah produktif untuk pembangunan jalan usaha petani.

Bukan saja tidak meminta izin kepada pemilik sawah, tapi pekerjaan tidak pernah diberitahukan ke Keuchik setempat.

Dampaknya, setelah beberapa hari dimulai akhirnya proyek aspirasi Yusriadi SH, anggota DPRK dari PKS itu, terpaksa dihentikan oleh warga yang kesal, terhadap pihak rekanan menimbun sawah mereka yang sedang ditanami padi oleh pemilik sawah .

Syahril (xx) warga Gampong Geulanggang Teungoh, kepada Media Realitas Senin (11/6/2018), malam mengaku kecewa dengan pelaksana proyek jalan usaha petani itu.

Karena, tanpa ada basa-basi langsung menimbun padi di sawah mereka, ujarnya.

Menurut Syahril, selain merugikan usaha petani, pihak pelaksana maupun anggota dewan yang punya proyek, tidak pernah menggubris kondisi itu, sehingga Syahril bersama sejumlah warga terpaksa menghentikan proyek aspirasi ini, sebutnya lagi.

“Kami mempertanyakan, mengapa sawah hijau ditimbun tanpa koordinasi.

Saya kena dua meter yang ditimbun untuk pembangunan proyek itu,” ungkapnya.

Keuchik Gampong Geulanggang Teungoh, M Husen SH yang ditanyai Media Realitas Senin (11/6/2018) malam membenarkan masalah itu.

Menurut M Husen SH , sejumlah warga juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada nya.

Untuk menyikapi masalah itu, M Husen mengaku sudah memanggil para pihak.

Namun, belum ada respon dari pihak terkait dalam hal ini.

Dia berharap, masalah ini dapat diselesaikan agar tidak ada yang dirugikan, ujarnya.

“Saya benar-benar tidak tahu masalah proyek itu, karena memang belum ada pemberitahuan kepada kami,” jelasnya.

Sementara itu, Yusriadi selaku anggota dewan yang dituding menggarap proyek ini, saat dihubungi via selulernya melalui nomor 082323832472, Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tidak menjawab hubungan komunikasi.

Meskipun, pesan singkat Short Massage Service (SMS), telah dikirimkan tapi anggota DPRK ini tak merespon konfirmasi.

Sampai berita ini di tayangkan Media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari Yusriadi salah seorang Anggota DPRK Bireun dari Fraksi PKS.
( M Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS