502619 KALI DIBACA

Keuchik Gampong Paya Barat Kecamatan Peudada Aspal Jalan Diatas Rabat Beton

Keuchik Gampong Paya Barat Kecamatan Peudada Aspal Jalan Diatas Rabat Beton
example banner

Bireuen I Realitas – Oknum keuchik Gampong Paya Barat, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, diduga melakukan penyimpangan program pembangunan desa.

Dengan modus , membangun jalan aspal di atas badan jalan rabat beton yang dibangun tiga tahun lalu, Sabtu (2/6/2018).

Sejumlah warga berusaha mencegah ambisi keuchik, mengerjakan proyek tersebut untuk menghindari tumpang tindih, serta meminta perangkat desa menyikapi persoalan ini secara arif dan bijaksana.

Sehingga, dana desa benar-benar dikelola dengan baik demi kepentingan masyarakat.

Peutuha Tuha Phuet Gampong Paya Barat, M Nasir menuturkan, program pembangunan di desa itu, tidak dilakukan sesuai aturan.

Malah, hampir semua implementasi pengelolaan dana desa, dilaksanakan tanpa musyawarah.

Tetapi, dilakukan sekehendak hati Oknum keuchik itu sendiri, didukung beberapa perangkat desa dari kalangan keluarga dekatnya, ujar M Nasir.

“Kami bukan ingin menghambat pembangunan, tetapi hanya mencegah potensi korupsi, akibat dugaan peyelewengan oleh Oknum keuchik,” ujarnya.

Dia mengaku keberatan, atas tindakan otoriter keuchik selama ini, yang mengelola dana desa sekehendak hati.

Tanpa bermusyawarah atau meminta pendapat masyarakat.

Termasuk, pada program pembangunan jalan aspal di atas jalan rabat beton.

M Nasir menandaskan, sejak Sabtu kemarin terlihat dua truk kerikil, ditumpuk diatas jalan rabat beton.

Diduga untuk memulai pekerjaan fisik jalan aspal. Saat warga mempertanyakan masalah itu, malah keuchik bereaksi dan marah.

Lantas, untuk mengamankan proyek ini keuchik meminta back up polisi dan TNI, yang diturunkan ke lokasi itu.

Camat Peudada, Zamzami yang ditanyai via selulernya mengaku, dirinya baru beberapa hari lalu menjabat posisi itu.

Namun, dia berjanji segera menyikapi persoalan tersebut.

Agar dapat diselesaikan secara bijaksana dan proses pembangunan, bisa berjalan sesuai rencana.

“Saya juga sudah mendengar masalah itu, rencana dalam waktu dekat saya akan panggil mereka.

Seperti keuchik, tuha phuet dan pendamping desa, untuk membahas penyelesaian persoalan ini,” ungkap Zamzami dibalik seluler.

Keuchik Paya Barat, Azhari Thayeb saat dikonfirmasi Media Realitas melalui seluler tadi malam, tidak bersedia menerima hubungan komunikasi.

Hingga berita ini ditulis belum diperoleh hak jawab keuchik, terkait tudingan tersebut. (M Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS