81119 KALI DIBACA

FORMATPAS: 16 Napi Lapas Banda Aceh Dikurung Diruang Sempit, Kalapas Dan KPLP Diminta Copot

FORMATPAS: 16 Napi Lapas Banda Aceh Dikurung Diruang Sempit, Kalapas Dan KPLP Diminta Copot
example banner

Banda Aceh I Realitas – Pihak Kemenkumham dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) diminta melakukan mencopot Kepala Lapas serta Kepala Pengamanan Lapas Klas II A Banda Aceh.

Hal ini disampaikan oleh T. Sayed Azhar salahsatu aktivis yang pengamat pemasyarakatan yang tergabung dalam Forum Pengamat Pemasyarakatan (FORMATPAS), ujar Sayed kepada sejumlah Wartawan di Banda Aceh Minggu pagi (3/6/2018).

Menurut sayed, sekitar 16 narapidana dikurung dalam ruang sel isolasi selama 4 bulan dengan kondisi ruang sel yang sempit dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Menurut Sayed , kalapas serta kepala pengamanannya di copot, inikan domainnya pimpinan kemenkumham dan Ditjenpas jadi kita mengharapkan ketegasannya, ujarnya lagi.

Sesuai laporan yang diterima oleh Sayed dari keluarga napi yang menghuni ruang isolasi, menceritakan ke-16 napi ini telah dikurung oleh pihak lapas selama 4 bulan didalam ruangan sel yang sempit tanpa cahaya matahari.

Napi yang dikurung di ruang sel isolasi tersebut merupakan tersangka yang terlibat dalam kerusuhan di lapas banda aceh beberapa waktu lalu.

Dari 16 napi tersebut 4 diantaranya bukan tersangka pelaku dalam kerusuhan lapas termasuk Gunawan Cs yang sebelumnya disebut-disebut oleh pihak lapas sebagai pemicu kerusuhan di lapas Banda Aceh.

“Jadi perlu diketahui bersama, apapun yang telah mereka lakukan proses hukum telah mereka dapatkan, jangankan mereka napi teroris saja tidak sedemikian perlakuan yang diterima, apalagi polisi telah buktikan Gunawan Cs bukanlah pemicu kerusuhan seperti yang disampaikan oleh Kalapas Banda Aceh “,ungkap Sayed.

Sayed menilai pengurungan terhadap ke-16 napi diruang isolasi selama 4 bulan hingga saat ini tidak memiliki dasar aturan, bahkan Sayed dengan tegas menyampaikan perlakuan yang dijalankan oleh Kalapas Banda Aceh telah melanggar hak asasi manusia.

“ Saya rasa tidak ada SOP pengurungan napi dikamar isolasi selama 4 bulan,napi teroris saja tidak sampai demikian perlakuan apalagi napi kasus kriminal maupun narkoba, jadi ini sudah melanggar hak asasi manusia namanya “,pungkasnya.

Lebih lanjut Sayed akan coba berkoodinasi dengan pimpinan kemenkumham dan ditjenpas untuk dilakukan evaluasi kinerja kalapas Banda Aceh agar memperlakukan napi secara manusiawi ujar Sayed.

Media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Kalapas kls II A Banda Aceh.

Kepala Lapas Kls II A Banda Aceh Endang Lintang, yang dihubungi Media ini, berulang kali dengan telpon selular tidak berhasil.
( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS