63419 KALI DIBACA

Diduga Curang, Peserta Gugur Seleksi KIP Abdya Minta Tes Ulang

Diduga Curang, Peserta Gugur Seleksi KIP Abdya Minta Tes Ulang
Foto : Sejumlah peserta seleksi anggota KIP Abdya, yang menyatakan protes bersama salah seorang anggota DPRK, dari Partai Bulan Bintang saat member keterangan pers. Foto direkam Sabtu (23/6/2018) lalu.
example banner

Blangpidie | Realitas – Sejumlah peserta calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) yang gugur dalam seleksi menduga adanya kecurangan pada hasil penetapan 15 nama calon anggota KIP periode 2018-2023 oleh Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota KIP setempat beberapa waktu lalu.

Untuk itu, mereka meminta tim Pansel melakukan tes ujian tulis ulang.

Pasalnya, tim pansel dinilai tidak objektif dan profesional.

“Pansel terkesan diintimidasi, kami minta tes ujian tertulis diulang kembali,” kata T Rinaldi, salah seorang perwakilan peserta seleksi calon KIP Abdya, yang dinyatakan gugur, Senin (25/6/2018) lalu, di Blangpidie.

Sementara itu, Ismail juga calon anggota KIP tidak lulus dalam 15 besar itu mengatakan, sebelum Pleno penetapan 15 nama calon anggota KIP Abdya itu, pihaknya telah mencium aroma kecurangan, yang disebabkan oleh intervensi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik, di tahun 2019 mendatang.

Dimana, penetapan 15 nama calon anggota KIP tidak berdasarkan realitas yang ada.

Untuk itu, mereka meminta tim pansel mempublikasi hasil psikotes, baca Alquran, dan wawancara ke publik.

“Pansel harus mempublikasi hasil itu ke public, supaya adanya transparansi.

Saya tantang, kalau tidak tes ulang,” tegas Ismail.

Meminta tes ulang, juga dinyatakan T Umar. Sesuai statement Bupati Abdya melalui Media dan akun facebooknya beberapa waktu lalu, menyebutkan ada kecurangan dalam seleksi tersebut.

“Apa yang disampaikan Pak Bupati itu, merupakan hal yang perlu di tindaklanjuti, sebagaimana aturan yang berlaku, apa lagi untuk lembaga KIP sebagai penyelenggara Pemilu yang indepensi,” sebutnya.

Genta Buana, peserta lainnya juga menyatakan, jika dalam tahapan penyeleksian calon anggota KIP sudah ada kecurangan, seperti kebocoran soal, bisa saja nantinya saat pencoblosan tongnya yang bocor.

“Sudah saatnya bagaimana kita berdemokrasi dengan baik, sesuai aturan dan bijaksana, untuk kebaikan dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, penolakan terkait penetapan 15 nama, yang akan diserahkan ke DPRK Abdya, untuk mengikuti Fit and Propertest, juga disampaikan Bupati Abdya Akmal Ibrahim dalam akun facebooknya, yang merasa banyak kejanggalan dan ada indikasi kebocoran soal ujian tulis. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS