51519 KALI DIBACA

Desak Segera dibangun, Jembatan Ie Mameh Terancam Ambruk

Desak Segera dibangun, Jembatan Ie Mameh Terancam Ambruk
Foto: Sufrizal Yusuf
example banner

Blangpidie | Realitas – Tokoh Masyarakat Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Sufrizal Yusuf SH mendesak pemerintah setempat segera membangun jembatan penghubung antara Desa Ie Mameh dan Rumoh Panyang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Dimana, jembatan dengan panjang kurang lebih 10 meter tersebut semakin parah dan terancam ambruk ke dasar sungai.

Sufrizal selaku Ketua Koordinator Daerah Dapil 9 DPD Golkar Aceh kepada wartawan, Senin (4/6/2018) mengatakan, jembatan itu berdiri sejak Abdya masih bergabung dengan Kabupaten Aceh Selatan dulu.

Kini jembatan tersebut telah rusak akibat termakan usia terutama dibagian tengah lantai jembatan telah berbentuk patahan.

Sejak pertama kali dibangun hingga saat ini, jembatan dimaksud tidak pernah diperbaiki.

Ditambah lagi, setiap kali musim penghujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir luapan, jembatan tersebut kerap menjadi sasaran hantaman material banjir yang terbawa arus deras air.

Jembatan itu semakin parah lantaran sering dilalui kendaraan bermuatan berat.

Dimana, lantai jembatan mulai patah dan terancam ambruk ke dasar sungai jika tidak ditanggulangi secepat mungkin.

Sebab, jembatan itu merupakan akses penghubung antar desa yang setiap harinya digunakan warga setempat, seperti pergi ke kebun dan lainnya.

“Jika jembatan itu dibangun kembali, kita berharap agar tidak membangun tiang tengah lagi, karena badan sungai sangat kecil.

Kalau tiang itu dibuat juga, maka akan merusak kembali bangunan jembatan akibat derasnya air,” ungkap Sufrizal yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD 1 Golkar Aceh.

“Setiap hari banyak warga yang hilir mudik melewati jembatan ini.

Dengan kondisi lantai yang telah patah akan terus memperburuk kondisi jembatan,” sambungnya.

Saat meninjau lokasi itu, Sufrizal berharap, pemerintah setempat segera menanggulangi kerusakan jembatan yang telah berusia belasan tahun ini.

Jika jembatan itu dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang serius, dipastikan dalam waktu dekat arus lalu lintas yang biasa digunakan warga akan terganggu.

“Bisa dikatakan jalan ini sebagai urat nadi kehidupan masyarakat.

Semua aktivitas masyarakat pasti akan melewati jembatan ini, seperti hendak ke pusat Kabupaten, pusat perbelanjaan, kawasan perkebunan dan lainnya,” demikian tandasnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS