37419 KALI DIBACA

Cegah Penyebaran Virus Dengue, Dinkes Abdya Lakukan Fogging

Cegah Penyebaran Virus Dengue, Dinkes Abdya Lakukan Fogging
Foto: Petugas dari Dinkes Abdya melakukan fogging diwilayah yang terjangkit virus dengue, Jum’at (22/6/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai khawatir dengan serangan virus dengue yang bisa menyebabkan seseorang terjangkit gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mengantisipasi penyebarannya, Dinas Kesehatan setempat melakukan upaya penyomprotan (fogging) agar tidak terus menyebar ke lingkungan warga.

Sekretaris Dinkes Abdya, Drs. Sukiar, MPd kepada wartawan Jum’at (22/6/2018) mengemukakan kalau fogging dengan radius 100 meter dari pemukiman warga itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dengue yang telah menyerang beberapa warga dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya beberapa waktu lalu.

Kegiatan penyemprotan telah dilakukan sejak awal masuk kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri dan akan terus berlanjut ke sejumlah lokasi yang memang dianggap sebagai titik rawan penyebaran virus yang disebabkan oleh gigitan Aedes aegypti.

“Data dari RSUTP, ada 11 pasien yang mengalami DBD. Setelah mendapatkan laporan itu, terus dilakukan beberapa upaya agar penyebarannya tidak meluas salah satunya dengan melakukan fogging,” sebutnya.

Ditambahkan, masyarakat sangat perlu meperhatikan kondisi lingkungan dan kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang suatu saat bisa menggigit atau menginfeksi virus dengue.

Mengikuti anjuran melaksanakan gerakan 3M yaitu menutup rapat-rapat bak mandi agar tidak menjadi sarang nyamuk dan air tidak menjadi penampungan hasil tetas nyamuk, menguras bak mandi setidaknya sepekan sekali untuk menjamin kebersihan bak mandi, dan menimbun barang tak terpakai seperti kaleng atau wadah kosong yang memungkinan menjadi tempat tergenang air.

“Kami meminta warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menciptakan pola hidup sehat bagi dirinya sendiri agar tidak terjangkit virus yang juga bisa mengancam keselamatan jiwa manusia itu,” paparnya.

Pada fase awal, penderita akan mengalami demam yang bersuhu tinggi, panas badan mencapai 40 derajat celsius.

Setelah itu penderita akan merasakan sakit kepala (febrile) yang berlangsung selama 2-7 hari.

Pada fase febrile ini biasanya gejala yang dirasakan pasien disertai ruam pada kulit.

Pada hari pertama atau kedua ruam akan terlihat kemerahan seperti kulit yang terkena panas, selanjutnya ruam menyerupai campak.

Demam dengue merupakan penyakit akibat infeksi virus bernama dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti betina.

Nyamuk ini menularkan virus yang berada dalam air liurnya dengan cara menggigit manusia ketika di siang hari, kemudian air liur yang terdapat virus dengue menyebar ke seluruh jaringan tubuh yang mengakibatkan sel darah putih memproduksi banyak protein untuk menimbulkan gejala.

“Nyamuk Aedes Aegypti akan mudah berkembang biak apabila lingkungan yang kotor, maka jaga selalu lingkungan kita untuk bersih agar nyamuk tidak mudah berkembang biak,” demikian tutur Sukiar. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS