864619 KALI DIBACA

Sistem Tenaga Kerja Amburadul, Satpam Suzuya Bireuen Dizalimi

Sistem Tenaga Kerja Amburadul, Satpam Suzuya Bireuen Dizalimi
example banner

Bireuen I Realitas – Akibat carut marutnya manajemen Suzuya Bireuen, dilaporkan berimbas kepada bobroknya sistem ketenagakerjaan internal perusahaan tersebut.

Selain upah dibayarkan dibawah UMP Aceh, berbagai administrasi di supermarket terbesar di Bireuen ini, ternyata berselemak masalah dan jauh dari kepedulian instansi terkait.

Belum lagi, sistem outsourching yang sangat buruk, serta kerap menzalimi karyawan kontrak ini.

Terlebih, kontrak kerja diputuskan sepihak, atau tidak diperpanjang menjelang lebaran.

Agar menghindari pembayaran THR, serta niat terselubung untuk mencari untung dari penerimaan karyawan baru, karena mau menyogok demi mendapat pekerjaan itu.

Seperti penuturan M Ikhsan (26) warga Desa Geudong Alu, Kecamatan Kota Juang.

Dia mengaku salah satu satpam yang didzalimi oleh manajemen Suzuya Bireuen.

Menurutnya, ada 20 satpam dan satu kanit, yang bertugas di luar gedung.

Mereka dipekerjakan melalui PT Manggala Putra Mandiri di Medan, dengan sistem kontrak setahun.

“Untuk bisa masuk dan jadi karyawan kontrak, hampir semua pekerja di Suzuya harus bayar ke pengelola lokal. Jumlahnya berfariasi, mulai Rp 4 juta-Rp 6 juta perorang.

Saya dulu waktu masuk ke sini, juga harus membayar Rp 4 juta,” ungkap Ikhsan.

Dia menguraikan, selama ini satpam dikontrak setahun sekali.

Setiap karyawan diberi izin satu hari, untuk ke Medan menandatangani kontrak kerja.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan nasib karyawan kontrak yang sudah berakhir selama 2018.

Bahkan, Ikhsan juga tak tahu nasib dan masa depannya, bekerja jadi Satpam di Suzuya Bireuen.

Karena, kontraknya berakhir 13 Mei 2018 dan belum ada kejelasan, terkait perpanjangan kontrak.

Bahkan, sejumlah rekannya juga ada yang belum diperpanjangi kontrak kerja, meski sudah berakhir sejak Marer lalu.

Selama setahun bekerja di Suzuya, dirinya belum pernah mendapat Surat Peringatan (SP), sebagai salah satu kriteria penilaian kinerja karyawan untuk disambung kontrak.

“Selama ini Kanit Satpam seperti sentimen terhadap saya, dia dengan dukungan oknum manajemen, ingin menzalimi saya.

Agar tidak mendapat THR, maka kontrak kerja tidak lagi diperpanjang,” sebutnya seraya menambahkan jika ada lowongan maka jadi ladang sogok untuk memasukkan calon karyawan baru.

Manager PT Manggala Putra Mandiri, Hotman Rumapea yang dikonfirmasi wartawan via selulernya, tak berhasil dihubungi, dia tak bersedia menerima hubungan komunikasi.

Meski sudah disampaikan maksud untuk meminta hak jawab, bagi pihak penyalur tenaga kerja itu tetap mengabaikan telepon dari media. ( M reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS