96219 KALI DIBACA

Melewati Jalan Merdeka Pusat Kota Tapaktuan “Terpaksa Tutup Hidung dan Mulut”

Melewati Jalan Merdeka  Pusat Kota Tapaktuan “Terpaksa Tutup Hidung dan Mulut”
Salah seorang warga Kota Tapaktuan yang bekerja disalah satu toko menutupi hidung disaat bau tak sedap ditebar oleh angin disiang hari.Media Realitas/Zulmas
example banner

Tapaktuan | Realitas-Sejak awal bulan Suci Ramadan, 1439 H, sebenarnya diharuskan pada ruang kerja, tembat ibadah maupun di jalan umum sekalipun dibolehkan.

Namun sebaliknya, di jalan Merdeka yang merupakan pusat Kecamatan Tapaktuan dan bahkan pusat Kabupaten Aceh Selatan, sejak awal bulan suci ramadhan, bertepatan rior tengah pusat kota itu tercium bau yang tak sedab.

Akibat dari itu, sejumlah pejalan kaki yang melewati teras rumah toko (RUKO) yang berjejer di pusat kota tersebut sekitar 500 meter itu, terlihat beberapa pejalan kaki sedang menutup hidung dan mulut.

Hal tersebut bertepatan pada depan Kantor PWI Aceh Selatan, Toko Koperasi Aceh Selatan (KOPKAS) dan terus diiringi dengan Kantor Unit BRI Kota Tapaktuan, salah seorang yang sedang tutup hidung saat melewati ruko itu, Bung Yunardi, kenapa tutup idung bung, ia menjawab secara spontan, kenapa ngak kita tutup, bau dalam riuor itu memguap kepermukaan, katanya.

Yang kita sayangkan lanjut Bung Yumardi, padahal kota ini sudah agak ada tertata bangunannya, namun yang selama ini saya lihat, kebersiahan masih berkurang, contohnya tong sampah aja tidak ada, apalagi untuk pembersihan rior depan ruko yang sudah banyak tersumbat.

Ia berharap kepada pihak dinas instansi terkait, untuk menjaga kebersihan maupun menghilangkan bau yang tidak sedap ini, supaya dilakukan pengadaan tong sampah dengan segera dan pembersihan rior yang sudah bau busuk, ucapnya.

Yunardi menambahkan, keluhan kami selaku masyarakat Tapaktuan, supaya bisa ditindaklanjuti, jangan hanya terima sekedar laporan atau baca koran saja, tuturnya kepada media ini, Kamis (24/5/2018).

Demian juga kata salah seorang yang bekerja disebuah toko di jalan Merdeka Tapaktuan, Agus nada yang sama diucapkannya, bahwa bau tak sedap yang merebak disepanjang jalan Merdeka ini sehingga sangat menganggu melaksanakan ibadah puasa kita, pasalnya bau itu bukan hanya disatu tempat saja, namun disepanjang jalan Merdeka bau terus memuncak hingga menabur bau tak sedap, katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mirjas dihubungi wartawan, ia mencoba elak diri dari alasan tentang keluhan tersebut, bahwa bila masalah rior, itu bukan urusan dia, tapi urusan Dinas Perkim, ibuhnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukman Masyarakan Aceh Selatan, Fakhruddin dihubungi secara terpisah oleh wartawan, mengatakan terus terang, kalau untuk pembersihan sekarang kita belum ada anggaran, namun hal ini terpaksa kita usulkan di APBK perubahan tahun 2018 ini, katanya.

Namun demikian kalau memang itu merasa kegiatan tanggap darurat itu merupakan bidangnya PNPB Kabupaten Aceh Selatan tentang tanggap darurat bau tak sedap yang harus ditanggapi segera, tambah Fakhruddin.(Mr.Zulmas)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS