136619 KALI DIBACA

Kejaksaan Negeri Idi Menuntut Hukuman Mati Kelima Bandar Narkoba.

Kejaksaan Negeri Idi Menuntut Hukuman Mati Kelima Bandar Narkoba.
example banner

Aceh Timur I Realitas – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur melalui Jaksa Penuntut Umum Khaeirul Hisam. SH. MH, Edi Suhadi S.H menuntut mati lima terdakwa narkotika, pada persidangan Rabu (23/5/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Idi, di depan majelis hakim diketuai oleh Iwan Irawan, dengan anggota Khalid SH, dan Andy Effendi Rusdi.SH.

Ketua Kejaksaan Negeri Idi, Abun Hasbulloh Syambas, S.H., M.H. melalui Kasi Pidum Muliana, SH. mengatakan kepada media ini jumat (25/5/2018).

Diruang kerjanya mengatakan bahwa, Kelima terdakwa yang dituntut mati tersebut ialah, M. Husein alias Raja, M.Saleh, Rahnad Ahyan, Fakyhrul Razi, dan Ibnu Idris alias Benu alias Awi, sudah sesuai dengan proses dan Undang undang.

Sedangkan seorang terdakwa lain bernama Udin Daini dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara.

Keenam terdakwakwa dikenai Pasal 114 ayat 2 Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan mati dan 20 tahun itu,keenam terdakwa akan mengajukan pledoi (pembelaan) pada persidangan berikutnya.

Pengungkapan kasus narkotika ini dilakukan oleh BNN RI pada 16 September 2017.

Pada saat itu terdakwa Ibnu Idris (38), Husein (38) dan Saleh (38) melakukan tindak pidana narkotika dengan cara terdakwa Ibnu memerintahkan terdakwa M.Saleh dan M.Husen untuk mengambil narkotika di perairan perbatasan Malaysia dengan Indonesia, menggunakan perahu motot jenis Teptep yang disediakan Ibnu beserta perlengkapan lainnya.

Saat terdakwa M.Husein dan M.Saleh tiba di tempat yang sudah ditentukan, maka terjadi serah terima narkoba dengan orang Malaysia.

Kemudian M.Saleh dan M.Husein kembali menuju perairan Aceh.

Namun saat di dekat Pantai Kuala Glumpang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, kapal patrol berisi anggota BNN RI mencegatnya.

Namun M.Saleh dan M.Husein lari dengan meninggalkan kapal berisi narkoba tersebut menuju Kota Binjai untuk bertemu Ibnu Idris.

Meskipun demikian, ketiganya berhasil diamankan petugas BNN.

Dalam penggeledahan yang dilakukan dalam kapal yang ditinggalkan M.Husein dan M.Saleh itu, petugas BNN berhasil menyita barang bukti sebanyak 137,692 Kg sabu sabu, dan 42.500 butir pil ekstasi.

Sementara dari terdakwa Fakhrul Razi disita sebanyak 12,766 Kg sabu yang tersimpan dalam 12 plastik, dan 18 bungkus coklat berisi 90 ribu butir pil ekstasi, dan 10 ribu butir Happy Five.

Sedangkan dari terdakwa Rahmad Ahyan disita sebanyak 143,50 Kg sabu, dan 8.500 butir pil ekstasi, dan dari terdakwa Udin Daini disita sabu seberat 5,427 Kg sabu, demikian ujarnya Muliana.SH. (Hasbi abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS