73819 KALI DIBACA

Kasus HS Eks Manager PT.Dwi Kencana Semesta Akhirnya Dilimpahkan Ke Polda Aceh.

Kasus HS Eks Manager PT.Dwi Kencana Semesta Akhirnya Dilimpahkan Ke Polda Aceh.
example banner

Aceh Timur I Realitas – Setelah penetapan sebagai tersangka HS dalam kasus dugaan dan pencurian TBS ternyata berbuntut panjang tidak hanya berhenti sampai pada pasal 362, namun dalam ini ternyata adanya indikasi lainnya demikian disampaikan oleh Kapolres Aceh Timur AKBP.Wahyu Kuncoro.S.I.K M.H melalui Kasat Reskrim AKP.Erwin Satrio Wilogo.SH.S.I.K MSi kepada media ini diruang kerjanya hari ini Rabu 30 Mei 2018

Ia menambahkan bahwa dalam penyelidikan sebelumnya kita hanya fokus pada laporan dari Perwakilan Perusahaan PT.Makmur Inti Bersaudara, namun dalam serangkaian penyelidikan dan pengembangan ternyata terdapat adanya unsur dugaan penyimpangan dan penggelapan lainnya yang diduga dilakukan oleh Eks Perusahaan PT.Dwi Kencana Semesta yang ternyata sudah Pailit semenjak tahun 2010 yang lalu sehingga kasus tersebut Dilimpahkan ke Polda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut pelimpahan berkas tersebut dilakukan pada Hari Rabu yang lalu  Rabu tanggal (23/5/2018) sudah satu Minggu yang lalu katanya.

Sebelumnya media ini juga sudah memberitakan Ketua LSM Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin, meminta tim penyidik Polres Aceh Timur yang sedang melakukan penyelidikan dalam kasus pencurian buah sawit yang dilapor oleh perusahaan PT Makmur Inti Bersaudara.

Polisi harus melakukan lebih dalam lagi pemeriksaan Hasanuddin dalam kasus hasil pengambilan buah sawit sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang kemana buah sawit itu dibawa dan uang kemana disetor selama ini hasil panen sawit kebun tersebut yang sudah kolep sejak tahun 2010, ujar Nasruddin kepada media Realitas Selasa
(15/5/2018).

Menurut Nasruddin tidak sedikit hasilnya yang dilakukan sejak tahun 2010, lain halnya dengan sebuah Pabrik,kalau pailit ya berhenti, tapi ini Perkebunan walaupun sudah dinyatakan pailit oleh curator namun produksi tetap saja berjalan dilapangan ujarnya, apakah menyetor pajak hasil panen atau kemana uang yang di dugaan mencapai Rp 17 Milyar ujarnya.

Polisi dan petugas pajak KPP Pratama Langsa harus segera melakukan audit terhadap PT Dwi Kencana Semesta yang sudah Pailit itu, juga pihak terkait lainnya harus pro aktif, ujar nya.

Setiap perusahaan yang kolep harus diteliti lebih dalam dulu termasuk Pajak dan lain harus jelas kenapa bisa kolep sedangkan hasil panen kota ketahui cukup banyak.

Pihak penyidik harus segera memeriksa pihak yang terlibat di perusahaan itu, jelas Nasruddin lagi.

Curator juga harus lebih teliti dalam hal ini karena mereka lebih tahu perusahaan ini kolep atau pailit, aliran uang hasil panen selama ini kemana dan siapa yang terima kita menduga Hasanuddin yang dijadikan tumbal diperusahaan itu.

Dugaan kita sementara dari hasil Investigasi lapangan perusahaan itu pailit atau kolep sejak 2010 dan dilapangan terus diambil hasilnya namun hasilnya tidak diketahui sama sekali, baru diketahui setelah dilakukan ambil alih oleh PT Makmur Inti Bersaudara.

Kita desak pihak penegak hukum agar melakukan penyelidikan terhadap raibnya uang negara untuk sementara dugaan kita mencapai Rp 17 milyar ini dugaan kita sementara bisa jadi lebih, sebut Nasruddin salah satu Ketua LSM FPRM Aceh. (Hasbi Abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS