73219 KALI DIBACA

Antisipasi Bahan Berbahaya, BPOM Aceh Periksa Makanan Di Abdya

Antisipasi Bahan Berbahaya, BPOM Aceh Periksa Makanan Di Abdya
example banner

Blangpidie | Realitas – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh memeriksa 16 sampel jajanan berupa makanan dan minuman yang dijual para pedagang dalam kawasan Pasar Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Pemeriksaan makanan yang juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) itu, berlangsung Rabu (30/5/2018) sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

BPOM melakukan pemeriksaan agar makanan yang dijual tidak terindikasi menggunakan bahan berbahaya.

Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Aceh, Dra Cut Safrina Indriawati Apt Mkes kepada wartawan mengatakan, kegiatan pemeriksaan dengan mengambil sejumlah sampel makanan dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan bahan makanan berbahaya.

Seluruh sampel makanan yang dibeli dari para pedagang itu lansung diperiksa pada mobil laboraturium yang turut dihadirkan ke lokasi.

“Semua sampel yang kami ambil langsung diuji di lokasi.

Apakah mengandung bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan pada makanan seperti formalin, boraks, pewarna tekstil rhodamin B, kuning metanil dan auramin,” terangnya singkat.

Sementara itu, Kadinkes Abdya Safliati, SST Mkes, Kamis (31/5/2018) mengatakan, upaya yang dilakukan BPOM Aceh tersebut untuk menghindari makanan dan minuman yang terindikasi menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi.

Secara umum, sampel yang diuji BPOM Aceh memang negatif, namun ada makanan berjenis mie yang berdasarkan hasil uji laboratorium diduga mengandung boraks.

Namun, hal itu belum diputuskan, sebab sampel tersebut akan kembali diperiksa di BPOM Aceh.

Kata Safliati, selama Ramadhan banyak takjil yang diperjual belikan oleh pedagang, bahkan hampir setiap kawasan dalam Kabupaten Abdya panganan untuk berbuka dengan ragam jenis mudah didapatkan.

Akan tetapi masyarakat hendaknya lebih jeli dan teliti dalam memilih jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Dampak buruk mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, boraks serta bahan berbahaya lainnya bagi kesehatan manusia dapat menimbulkan penyakit kanker.

Mual-mual dan muntah merupakan gejala awal seseorang yang kerap mengkonsumsi makanan yang mengandung fomalin dan borak.

“Kami menghimbau, agar warga bisa menghindari makanan dan minuman yang berwarna sangat mencolok, mengkilat, karena untuk menarik perhatian bisa saja menggunakan bahan pewarna pakaian.

Periksalah kemasannya, bau serta warna dari makanan tersebut demi kesehatan kita bersama,” demikian pungkasnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS