70419 KALI DIBACA

Hakim dan Jaksa Sepakat, Terdakwa Pembunuhan Warga Abdya divonis Mati

Hakim dan Jaksa Sepakat, Terdakwa Pembunuhan Warga Abdya divonis Mati
Terdakwa Edi Syahputra nampak tertunduk lesu setelah Majelis Hakim PN Tapaktuan membacakan putusan vonis mati terhadap dirinya, Senin (8/1/2018)
example banner

Blangpidie| Media Realitas – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, comporm (sepakat) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap Edi Syahputra (25), terdakwa kasus pembunuhan yang merenggut nyawa tiga warga Abdya.

Vonis mati tersebut tertuang dalam nomor putusan: 87/Pid.B/2017/PN Ttn, pada sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, Senin (8/1/2018) jelang siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Intel Dasril A Yudar SH MHum membenarkan, bahwa Majelis Hakim PN Tapaktuan telah membacakan putusan vonis hukuman mati terhadap Edi Syahputra, terdakwa kasus pembunuhan yang menewaskan tiga warga Abdya.

“Hakim comporm dengan JPU mengenai tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa Edi Syahputra. Meski melalui proses yang sangat panjang, namun putusan vonis hakim sudah sah,” kata Dasril kepada Media Realitas melalui sambungan phonselnya.

Dasril menjelaskan, tim JPU Kejari Abdya yang diketuai Firmansyah Siregar SH, menuntut terdakwa dengan dakwaan kesatu primair melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukum mati.

“Selain itu, hakim juga sepakat bahwa terdakwa melanggar Pasal 76 huruf c jo Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Dalam sidang pada Kamis (4/1/2018) lalu, JPU membeberkan hal-hal yang memberatkan terdakwa. “Akibat ulah terdakwa telah merenggut nyawa satu orang dewasa dan dua anak-anak. Terdakwa melakukan pembunuhan secara kejam dan sadis, bahkan terdakwa sebelumnya pernah dihukum dan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Jadi, tidak ada yang bisa diringankan untuk terdakwa,” kilas Dasril mengulang pernyataan JPU, Firmansyah Siregar.

Atas dasar tuntutan tim JPU itu, Majelis Hakim PN Tapaktuan yang diketuai Zulkarnain SH MH didampingi dua hakim anggota, Armansyah Siregar SH MH dan Muammar Maulis Kadafi SH MH, serta Panitera pengganti Bulkhairi SH, memutusakan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana mati.

“Usai divonis mati, Majelis Hakim memberikan waktu tujuh (7) hari berfikir kepada terpidana untuk mengajukan banding,” sebutnya singkat.
 
Dilansir dari berita sebelumnya, Edi Syahputra (25), merupakan warga Desa Lemah Burbana, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah. Ia Terbukti melakukan pembunuhan berencana dengan korban meninggal sebanyak tiga orang pada Selasa, 16 Mei 2017 sekitar pukul 01.17 WIB di Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya.

Tiga korban meninggal masing-masing Habibi Askhar Balihar (8) dan Fakhrurrazi (12), dua anak yang meninggal tersebut adalah anak Mulyadi (Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Abdya), dan ibu mertuanya, Hj Winarlis (62). Kasus pembunuhan tersebut dilakukan terdakwa di rumah Hj Wirnalis, Jalan Lukman, Dusun III, Desa Meudang Ara, Blangpidie. (Syahrizal).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS