122619 KALI DIBACA

Warga Abeuk Budi Laporkan Penyelewengan Dana Desa

Warga Abeuk Budi Laporkan Penyelewengan Dana Desa
example banner

BIREUEN| Media Realita– Terkait pemberitaan di media ini terkait penyelewangan Anggaran dana desa Paya Barat, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen mendesak pihak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyelewengan dana ADD di desamereka,

Namun melalui Handphone pribadi wartawan media ini warga Abeuk Budi, Kecamatan Juli kembali melaporkan dugaan penyelewengan yang sama di kecamatan juli kabupaten Bireuen.

Namun seorang warga Desa Abeuk Budi, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang bernama Razali kepada media ini beberapa waktu lalu menyebutkan, sudah melaporkan ke sejumlah instansi terkait di Pemkab Bireuen. Laporan itu disampaikan kepada Camat Juli, Kabupaten Bireuen serta tebusanya turut disampaikan kepada Bupati Bireuen, Muspika Juli, serta berupaya untuk disampaikan kepada Jaksa di Kejaksaan Negeri Bireuen. Warga Abeuk Budi, sebut Razali, sangat kecewa dengan kebijakan dan kinerja kepala desanya itu.

Pasalnya dalam rapat malam minggu pada 17 September 2017, rapat pertanggungjawaban berubah menjadi konflik dan rapat etrnyata berbuntut dead lock. Bahlan tidak tuntas sampai sekarang, yang oleh sebab itu warga mempertanyakan,antara lain tentang pertanggungan jawab dana desa Tahap I dan II tidak pernah diadakan rapat umum.

Seterusnya dana desa tidak dipegang oleh Bendahara Gampong, serta operator bukan dari kalangan masyarakat Desa Abruk Budi, dan dibentuk tidak berdarkan musyawarah dengan warganya. Bahkan. “Pada saat masyarakat meminta pertanggungan jawabannya, oleh Geuchiek disuruh hitung bangunan yang sudah siap atau selesai,” kata Razali. K3pada media ini

Namun dirinya menambahkan, saat pihaknya meminta peruncian dana tersebut dari kepala desa, tapi selalu tidak ada jawaban..Terakhir dalam laporannya dikatakan RAB tidak pernah dirtempelkan edi papan pengumuman

Sementara Geuchiek Abeuk Budi, yang bernama Ismail Rasyid yang dihubungi media ini mengaku laporan warganya itu, mengada-ada dan bertedensi fitnah. Masaalahnya, sudah pernah diperiksa tim inpektorat Kabupaten Bireuen dan tidak ada masalah apa-apa.

Semua dana tersebut sudah dip[ertanggungjawabkan, jadi laporan itu hanya ketidaksenangan terhadap dirinya semata. Begitu juga menyanangkut TPK yang mundur di tengah Jalan, yang sebenarnya sudah habis masa tugasnya. “Tidak benar ada TPK yang mundur di tengah jalan,” ujar geuciek seraya minta untuk tidak diekpos, karena menyangkut nama baik desa.

Dugaan penyimpangan dana desa, sepertinya akan terkuak perlahan tentu akan memudahkan aparat penagak hukum, khususnya pihak kejaksaan dalam upaya melacak ketimpangan dana desa dari pihak-pihak yang melaporkan. Diduga. bukan hanya oknum geuchik yang menikmatinya dan para camat pun disebut-sebut ikut terlibat, terutama dana desa yang sebenernya pihak pendamping desa tidak mengarahkan kegiatan itu.

Sebelum warga Desa Paya Barat, Peudada dilaporkan tentang dugaan penyimpangan dana desa yang tidak sesuai Rencana Anggaran (RAB) Warga m,enyhebutkan Geuchik di Desa Paya Barat, AZ bin K telah memanipulsi dana desa yang digunanakan tidak sesuai RAB. Untuk itu, warga minta pihak kejaksaan negeri Bireuen mengusut kasus dugaan penyelewengan dana ADG anggaran 2015 dan 2016.

Seperti yang pernah diungkap media ini, diduga ratusan juta rupiah dana desa Gampong Paya Barat telah diselewengkan Geuchik selaku Pengguna Anggaran dan aparat Desa lainnya, seperti yang terlihat pada lembaran pengeluaran dana.(bukti Terlampir).“Ternyata digunakan dana desa oleh geuciek antara lain diperuntukkan tidak sesuai Program RAB, yang diduga ikut terlibat oknum bendahara dan oknum TPK.” demikian isi surat tersebut yang ditandatangani Tuha Peut, M Nasir Daud yang dibrikan kepada , kepada wartawan

Bahkan terungkap oknum wartawan mendapat jatah dana desa dengan jenjian tidak diekspos ke public yang nilai uang “tutup mulut” sebesar Rp 1,8 juta, juga aparat penegak hukum, juga disebut-sebut ikut menerima dengan jumlah bervariasi, dan ada yang menerima dalam bentuk barang.
Kasus itu disebut-sebut sudah ditangani Kejaksaan Negeri Bireuen tapi belum diperoleh keterangan sejaumana penanganan perkembangan terkini. ( M. Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS