98219 KALI DIBACA

Yara Perwakilan Aceh Barat Mintak : Pecat Oknum Pejabat LP Mengeluarkan Napi Secara Ilegal.

Yara Perwakilan Aceh Barat Mintak : Pecat Oknum Pejabat LP Mengeluarkan Napi Secara Ilegal.
example banner

Meulaboh Aceh Barat IMedia Realitas –  Yayaysan advokasi rakyat aceh (Yara) Perwakilan Aceh Barat , menyebutkan sanksi tepat dan pantas untuk oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh yang mengeluarkan napi secara ilegal adalah pecat, bukan sanksi administrasi, Ujar Hamdani SH Ketua yara aceh barat dan Aceh Jaya kepada sejumlah Wartawan Selasa (7/11/2017.

Lebih lanjut Hamdani menyebutkan Keterlibatan oknum LP yang memberi peluang atau membebas ke luar dari LP seharusnya dipecat, bukan sekadar dijatuhi sanksi administrasi,” tegasnya.

Menurutnya, pemberian sanksi administrasi sama saja dengan membuka peluang dan kesempatan kembali bagi oknum LP untuk melakukan hal yang sama.

Karena, hukuman yang diberikan ringan, meski fakta keterlibatan oknum itu telah diketahui khalayak ramai. Kalau dipecat, itu baru pembenahan di internal. Kalau hanya dijatuhi sanksi administrasi, ringan sekali hukuman kepada oknum LP itu. Hal tersebut tentu memberi kesan ke publik bahwa oknum LP itu memang mudah disuap, sebut Hamdani.

Langkah tegas terhadap oknum LP yang terlibat harus jelas serta harus ada proses hukum terhadap perbuatannya. Karena, hal itu bagian efek jera dan mengembalikan kewibawaan serta harga diri LP yang telah hilang kepercayaan publik.

Kami lihat Kepala LP begitu paham dengan sistem di intansinya masih ada yang `aneh-aneh’. Kalau memang tahu carut-marutnya di dalam LP, lalu oknum yang terlibat kok hanya dijatuhi sanksi administrasi. Itu sama saja menambah runtuhnya kepercayaan publik terhadap LP,

Menurut YARA perbuatan oknum LP itu jelas bukan sebuah kelalaian, tapi sudah direncanakan. Lalu kesan yang tertangkap ke publik, keterlibatan oknum LP yang memberikan akses bagi napi untuk berada di luar menunjukkan kesan kalau ke luar dari LP itu tidak gratis tapi ada imbalan yang harus dikeluarkan. Mana mungkin dapat bebas dengan gratis, kalau belum jatuh tempo. Jadi, aroma suapnya cukup kental. Kalau memang mau berbenah, harus ada langkah tegas. Ini perlu menjadi perhatian serius Kemenkumham menata sistem yang rapuh di mana keberadaan napi selama ini telah dijadikan `bisnis kotor’ oleh oknum-oknum LP.

Kasus seperti ini sudah banyak terjadi di Lapas dan rutan di Aceh, seperti LP kls II A Banda Aceh, Rutan Sigli, rutan idi acah Timur, Lapas Lhokseumawe, dan beberapa Lapas dan rutan di Aceh yang banyak pegawai Lapas mengeluarkan napi secara ilegal ujar nya lebih lanjut.

Kakanwil Kumham Aceh harus bijak dan tega mengawal Lapas dan rutan di Aceh jangan biarkan pegawai cari uang tambahan dengan mengeluarkan napi berkeliaran di luar, yang namanya napi itu di dalam tahanan dalam Lapas dan rutan sesuai dengan keputusan hukuman di pengadilan di negeri ini. ( Red )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS