253219 KALI DIBACA

Setelah di Periksa Hampir 7 Bulan Kejati Aceh Tetapkan Enam Tersangka Dalam kasus Pembangunan Jalan di Pulau Tiga Aceh Tamiang.

Setelah di Periksa Hampir 7 Bulan Kejati Aceh Tetapkan Enam Tersangka Dalam kasus Pembangunan Jalan di Pulau Tiga Aceh Tamiang.
Penahan tersangka tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pengaspalan Jalan Lintas Seumadam Pulo Tiga (Sesi II) Kabupaten Aceh Tamiang,Provinsi Aceh dengan sumber dana APBN TA 2015 dikalukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh
example banner

Banda Aceh I Media Realitas –Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menahan enam tersangka tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pengaspalan Jalan Lintas Seumadam Pulo Tiga (Sesi II) Kabupaten Aceh Tamiang,Provinsi Aceh dengan  sumber dana APBN TA 2015, yang dilaksanakan oleh PT. Arifa Sentosa, perusahaan dari Lhokseumawe dengan nilai kontrak sebesar Rp.22.811.540.000,

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejati) Aceh, Chairul Amir SH,MH, menyebutkan , ke enam tersangka tersebut adalah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang juga berposisi sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Pemkab Aceh Tamiang Edi Noviar, PPTK Rahmad, Kontraktor Pelaksana Direktur Arifa Sentosa Zarkasyi, Pelaksana Lapangan Muhammad Zaki, Konsultan Pengawas Direktur CV Dimensi Konsultan Edi Subroto dan Pelaksana Lapangan Azwar Agus.

Lebih lanjut Kejati juga menerangkan, saat ini ke enam tersangka korupsi pada pelaksanaan pengaspalan Jalan Lintas Seumadam Pulo Tiga (Sesi II) Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, yang bersumber dari dana APBN TA 2015, dipersangkakan dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ke enam tersang  dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kahju, Aceh Besar, Provinsi Aceh Senin (27/11/2017).

Kejati menambahkan, berdasarkan audit BPKP, total kerugian negara pada pelaksanaan pengaspalan Jalan Lintas Seumadam Pulo Tiga (Sesi II) Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh yang nilai kontraknya sejumlah Rp.22.811.540.000, mencapai Rp.3,6 Miliar.

Kasus tersebut baru dimulai penyidikannya, pada Mei 2017 lalu. Jumlah uang yang sudah dikembalikan yakni sejumlah Rp. 490 Juta.

Untuk saat ini hanya enam tersangka, selanjutnya nanti akan dibuka di pengadilan.

Mungkin dari pengakuan mereka di pengadilan akan ada perkembangan lain.

Untuk proses penyidikan, ke enam tersangka akan ditahan selama 20 hari atau ditambah menjadi 40 hari. Tapi kita maunya dipercepat bagaimana asas peradilan cepat, sederhana dalam perkara ini,” ujar Kejati Aceh, Chairul Amir SH,MH. ( Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS