61619 KALI DIBACA

Ratusan Warga Korban Banjir Pasie Raja Terima Santunan Panik

Ratusan Warga Korban Banjir Pasie Raja Terima Santunan Panik
Camat Pasie Raja, Said Ali menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan, secara simbolis yang diterima Tenaga Kerja Sukarela kecamatan setempat untuk seterusnya dibagikan kepada para kepala gampong masing-masing yang terkena musibah banjir.MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

Aceh Selatan | Media Realitas –Sedikitnya 5.408 jiwa dan 1.068 kepala keluarga (KK), warga dari 11 gampong dalam Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan yang terkena musibah banjir menerima bantuan tanggap darurat dari pemkab setempat, Rabu (22/11-2017).

Bantuan tanggap darurat untuk sehari berupa makanan yakni, Beras, Mie Instan, Ikan kaleng, Air Mineral serta bumbu dapur lainnya diserahkan oleh Camat Pasie Raja, Said Ali kepada Kepala Gampong masing-masing dan seterusnya di disalurkan kepada korban.

“Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa yang terjadi Minggu (19/11-2017) malam sekitar pukul 18.00 hingga 23.00 WIb dengan intensitas curah hujan lebat disertai angin kencang cukup tinggi, sehingga air menggenang rumah masyarakat yang diperkirakan setinggi 30-40 cm,” kata Camat Pasie Raja, Said Ali kepada Media Realitas..

Menurut Said Ali, derasnya hujan mengakibatkan sungai Terbangan tidak mampu menampung aliran air dari lima desa sehingga air meluap kerumah penduduk, selain itu normalisasi Krueng Terbangan juga belum selesai dan harus ada penambahan.

Diterangkannya, sendimen di muara sudah menumpuk juga perlu dikeruk dan selanjutnya dipasang batu gajah pada mulut kuala serta bronjong batu kali di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sepanjang dua kilometer untuk meminimalisir terjadinya abrasi yang terus bertambah, terutama di musim hujan sekaligus menghilangkan musibah banjir yang kerap terjadi disetiap musim penghujan.

Camat menambahkan pada saat itu, air cukup deras sehingga sekolah TK yang berada di desa Ladang tengoh terancam tergerus air yang sudah dekat dengan bibir sungai perlu diantisipasi segera. Kemudian air juga merusak sarana belajar mengajar di TK Gampong Silolo.

“Solusi dari kejadian ini kami telah mendapat informasi bahwa normalisasi sungai terbangan itu akan dilanjutkan melalui dana aspirasi anggota dewan asal daerah ini,” pungkas camat Said Ali.(R.ZUL)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS