81219 KALI DIBACA

Rapat Koordinasi UPM Rastra Tegang di Aceh Selatan, Forum Keucik Tantang Narasumber

Rapat Koordinasi UPM Rastra Tegang di Aceh Selatan, Forum Keucik Tantang Narasumber
Peserta Rapat Koordinasi Unit Pengaduan Masyarakat Beras Sejahtera (UKM-Rastra), berlangsung Rabu (29/11-2017) di Aula Bappeda Aceh Selatan, pada lantai III. MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

Tapaktuan | Media Realitas- Akibat kecerobahan pemaparan makalah yang disampaikan oleh narasumber, sehingga terpancingnya amarah Ketua Forum Keucik kecamatan, termasuk ikut terpancing emosi salah seorang camat.

Kecerobohan narasumber yang memaparkan terkait pembagian beras miskin kepada masyarakat didesa, disampaikan pada saat acara Rapat Koordinasi Unit Pengaduan Masyarakat Beras Sejahtera (UPM-Rastra) di Aula Bappeda Kabupaten Aceh Selatan lantai III berlangsung Rabu (29/11-2017).

Pada kesempatan tersebut acara itu dibuka Sekda Aceh Selatan, H. Nasjuddin, SH. MM, dihadiri para camat dalam kabupaten terdiri dari 18 kecamatan dan masing-masing camat membawa Ketua Forum Geucik dalam kecamatan masing-masing, Asisten II Sekdakab, Zaini Bakri, Kabag, dan SKPK terkait.

Disamping itu ikut serta hadir Kadir Bulog Ragional Provinsi Aceh, Basirun, Elmar Findra, SH Karubdive Bulog Abdya dan Kepala BPS Aceh Selatan, Tuismadi, M.Si, dan ketiganya itu merupakan narasumber dalam rapat  koordinasi tersebut.

Sekda H Nasjuddin, SH. MM dalam sambutannya, mengatakan rapat koordinasi ini bisa berlangsung lancer, dan hasilnya bermanfaat untuk dijalankan termasuk beras Rastra disalurkan pada masyarakat miskin bisa lebih bagus lagi, katanya.

Dalam rapat koordinasi unit pengaduan masyarakat tentang beras sejahtera itu salah seorang narasumber yaitu Kepala BPS Aceh Selatan, Tuismadi, S.Si dalam memaparkan tentang penyaluran beras kepada masyarakat diantaranya ada menyinggung para keucik, sehingga oleh tiga Ketua Forum Keucik yang ikut diundang, menanggapi pembicaraan narasumber, bapak selaku kepala BPS, jangan seenaknya bicara dan tidak mengetaui permasalahan kami de perdesaan.

“Kalau bapak mau coba menjadi keucik di desa, supaya tahu apa benar keucik memberikan beras kepada masyarakat miskin menyalahi aturan atau bagaimana,” tegasnya.

Hal itu sehingga ketiga Ketua Forum Geucik di kecamatan yang berbeda saling silih berganti menanggapi pembicaraan narasumber yang merasa diri keucik ditudingnya dalam penyaluran beras menyalahi atau sesuka hati.

Pada hal kata mereka pihak BPS yang salah mendatanya, sebab petugas bapak turun ke gampong melakukan pendataan tanpa koordinasi terlebih dahulu sama kami (Keucik-red), kalau dikatakan kami menurut laporan petugas bapak kami ngak ada di desa. “Itu merupakan alasan klasik,” ujarnya.

Camat ikut terpancing emosi

Pada waktu bersamaan, Camat Kecamatan Labuhanhaji Barat (Labar), TM. Nasrijal, S.STP juga ikut serta tersinggung pembicaraan narasumber BPS, kalau dikatakan petugas BPS turun kedesa untuk mendata masyarakat bahwa keucik tidak berada ditempat, ini merupakan suatu kebohongan yang disampaikan, katanya.

“Sekarang pada setiap desa di kecamatan, biarpun keuciknya tidak ada, tapi sekretarian geucik ada setiap hari,” ujarnya singkat, karena ia selaku camat tidak mau disalhkan terus menerus Geuciknya.

Beras kurang bermutu:

Menurut ketua forum geucik, beberapa bulan terakhir ini beras yang disupalai ke desa terlihat agak kurang bermutu, sehingga bagi masyarakat yang berhak menerima sempat hiba berbicara sekali gus hiba. “Bengini seberas yang dikasih pada kami miskin ini, mau tak mau terpaksa juga diterima,” ungkapnya.

Kadir Bulog Ragiaonal Aceh, Basirun dan Kasubdive Bulog Abdya, Elmar Findra, SH cukup jeli menaggapi laporan tersebut, ia mengaku kualitas beras ada agak kurang bermutu. Namun Alhamdulillah, yang akan datang kita tingkatkan mutunya. “Perlunya dilakukan rapat koordinasi ini, supaya kami jelas menerima informasi/laporan dan keluhan selama ini, “ ucapnya santai.(R.ZUL)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS