77719 KALI DIBACA

Puluhan Nelayan Tradisional Air Berudang Tapaktuan Butuh Tambatan Perahu

Puluhan Nelayan Tradisional Air Berudang Tapaktuan Butuh Tambatan Perahu
example banner

Tapaktuan-Media Realita – :Puluhan awak nelayan tradisional Gampong Air Berudang Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan sangat membutuhkan tempat tambatan perahu (pelabuhan mini-red), sebab bila tak ada itu, kami selaku nelayan sangat sulit untuk menambatkan nelayan, .kata tiga nelayan, Arifin, Ijal dan Dedek kepada Media Realitas, Selasa (14/11-2017) di pantai perairan mereka berlabuh.

Menurut Arifin merupakan salah satu warga Dusun II Gampong Air Berudang Kecamatan Tapaktuan, ia selaku awak nelayan tradisanal berharap kepada Pemkab dalam hal ini Bupati Aceh Selatan, H.T Sama Indra di tahun 2018 akan datang agar dapat  membangun salah satu tambatan/pelabuhan mini perahu tradisional untuk kenyamanan dan ketenangan masyarakat nelayan mencari rezeki.

Arifin menjelaskan, nelayan tradisional ini yang ada di Gampong Air Berudang Kecamatan Tapaktuan, selama ini pada saat musim barat tiba puluhan nelayan tradisonal selalu  mengeluhkan karena kondisi pendaratan pada saat  keluar masuk perahu, gelombang pasang tiba-tiba naik sehingga mereka susah untuk pergi melaut, karena melihat kondisi alam pada saat musim barat jelas kurang bersahabat dengan nelayan tradisional, sebab kawasan kami disini tidak memiliki tambatan perahu, jelas nya dan diakui Ijar dan Dedek.

Pasalnya, di lokasi mereka belum ada pelabuhan tambatan perahu.Kondisi buruknya lintasan keluar masuk dan pendaratan nelayan tradisional melalui celah-celah tanggul sehingga disaat musim barat sangat susah keluar dan susah masuk.kata Ijar.

Menurut pengakuannya, peristiwa menyakitkan, para nelayan yang menggunakan sampan rata-rata yang bermesin robin  maupun perahu dayung sering karam dihantam ombak pasang dan badai disaat daerah lautan samudra india memasuki musim barat.

“Hal yang gitu  sudah sering kami alami, sebab  ketika musim ombak pasang dan cuaca buruk nelayan tidak bisa turun melaut. Dari pada karam dan peralatan sampan rusak, kami rela tidak mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kami selaku nelayan tradisonal Khusus Gampong Air Berudang dan Kecamatan Tapaktuan umumnya, sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam hal ini Bupati H.T Sama Indra, SH, karena beliau, kami tau mereka sangat memperhatikan bagian kelautan, menurut pantauan selama ini.

Apa lagi sekarang ini Aceh Selatan selama lima tahun kepemimpinannya Bupati H,T Sama Indra, rata-rata disetiap kecamatan ada pembangunan,justru itu kami sangat mengharapkan kepeduliannya terhadap nelayan tradisional yang selalu mengeluh disaat musim barat tiba.

Mereka selama ini kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah setempat, padahal kami sangat berharap untuk meningkatkan  taraf hidup perekonomian dan kehidupan nelayan tradisional pada umumnya Aceh Selatan dan khususnya nelayan tradisional gampong Air Berudang, ujar..

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar APi MSi yang hubungi Media Realitas, secara terpisah via jaringan selulernya, mengakui dan terus terang mengatakan akan kita usahakan untuk membangun pelabuhan mini. Namun demikian kita akan tinjau kembali lokasi tempat atau lokasi perahu nelayan tradisional yang ada di Gampong Air Berudang Kecamatan Tapaktuan.

Cut Yusminar, berjanji akan  menindaklanjuti keinginan masyarakat nelayan tradisional, namun realisasinya harus dilakukan monitoring ke lapangan untuk menilai kelayakan membangun pelabuhan mini tersebut, ucapnya singkat.(MR.ZUL)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS