116219 KALI DIBACA

PT.Arara Abadi Bubarkan Massa secara Brutal

PT.Arara Abadi Bubarkan Massa secara Brutal
Ketua umum DPP -LPPAN-RI, Amir Muthalib.

Jakarta I Media Realitas- Ketua Umum DPP-LPPAN-RI; Amir Muthalib mengutuk keras PT. Arara Abadi, di duga Menyerang Warga Menggunakan Helikopter Merk Sinar Mas

Tindakan brutal PT Arara Abadi di desa bukit kusuma KM 60 Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau, yang di duga menyerang warga asli tempatan di Desa Bukit Kusuma pada tanggal 23/11/2017 yang lalu, menggunakan Helikopter Merk Sinar Mas  mendapat reaksi keras dari Ketua Umum LSM  DPP-LPPAN (Lembaga Penyelamat dan Pemanfaatan Asset Negara Republik Indonesia) Amir muthalib

Amir muthalib menyebutkan tindakan yang di lakukan oleh PT.ARARA ABADI tidak bisa di tolerir lagi dan mengutuk keras terhadap prilaku tindakan brutal PT Arara Abadi yang menggunakan helikopter untuk usir warga dengan jarak dekat,helikopter berputar putar dengan sangat rendah sekali jaraknya dari warga sehingga mengakibatkan angin dan batu berterbangan mengenai beberapa warga yang terluka terkena hempasan batu dari helikopter

Mengingat peristiwa tersebut itu sudah masuk ke ranah tragedi kemanusiaan, kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradapan (Crime againt humanity and civillation) maka pihak PT Arara Abadi harus mempertanggung jawabkan perkara tersebut secara hukum positif yang di anut di Indonesia,

Amir muthalib juga meminta kepada pihak Penegak Hukum di Wilayah Udara Negara Kesatuan Republik Indonesia ini khususnya TNI AU untuk segera menindak tegas pelanggaran yang di duga di lakukan oleh pihak PT Arara Abadi,  melihat adanya dugaan pelanggaran Undang-undang menggunakan Ruang Udara, dalam hal ini tentunya pihak TNI AU lah yang harus bertindak, Regulasi Penegakkan Hukum Udara di Indonesia dan Menjaga Keamanan Wilayah Udara Yurisdiksi Nasional yang di Emban oleh TNI AU sesuai yang diamanatkan oleh UU No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI AU dan seperti yang di atur dalam pasal 10 UU No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI, ternasuk juga di Regulasi Penerbangan pada UU No.1 Tahun 2009, dalam hal ini hendaknya pihak TNI AU yang mengemban Amanat Undang-undang ini haruslah lebih tegas lagi terhadap orang-orang yang di duga melakukan pelanggaran Udara,

Amir muthalib juga menilai bahwa pihak PT Arara Abadi, peristiwa ini di duga  sebagai  bentuk sebuah Tragedi Kejahatan Terhadap Pertahanan dan Keamanan Negara di Ruang Udara (Devence Crime) dengan begitu jelas pihak PT Arara Abadi di duga juga telah melakukan pelanggaran terhadap Undang-undang dan PERPU Nomor 1 Tahun 2002 jo. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 sebagai delik Terorisme,

Mendengar keluhan dan laporan Masyarakat di Kabupaten Pelalawan yang hanya mempertahankan Hak nya, menurut salah satu warga pihaknya menduduki kawasan di luar kawasan HTI(Hutan Tanaman Industri) Perusahan itu, memang ada sengketa lahan antara pihak Perusahaan dan Warga seharusnya di tuntaskan dengan cara-cara yang Manusiawi dan hukum yang berlaku di indonesia

Amir Muthalib merasa prilaku brutal yang di lakukan oleh oknum pihak PT Arara Abadi terhadap Masyarakat sudah sangat keterlaluan Peristiwa tersebut di duga telah melanggar HAM dan mengacaukan Keamanan, karena Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Peradapan (Crime againts humanity and civilation) juga di atur dalam Statuta Roma dan di adopsi dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM)  di Indonesia ini, maka LSM DPP-LPPAN-RI akan segera melaporkan PT Arara Abadi ke Komnas HAM dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan Pengadilan HAM.sebut amir muthalib  (Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS