120219 KALI DIBACA

Proyek Poltas Aceh Selatan “Sengsara Membawa Musibah Masyarakat Samadua”

Proyek Poltas Aceh Selatan “Sengsara Membawa Musibah Masyarakat Samadua”
Kondisi jalan negara dan perumahan masyarakat di sekitar proyek Pembangunan Fakoltas Politeknik Kabupaten Aceh Selatan, di perbukitan Gunung Ribee Kecamatan Samadua, photo berhasil direkam Senin (27/11-2017) pugi pukul 10.00 WIB. MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

Aceh Selatan-Media Realitas:Proyek Pembangunan Politeknik Aceh Selatan (Poltas) di perbukitan Gunung Ribee Kecamatan Samadua, bukannya sengsara membawa nikmat. “Tapi sengsara membawa sensara buruk terhadap masyarakat disekitar bangunan”.

Menurut beberapa orang masyarakat Kecamatan Samadua kepada Realitas, hari Senin (27/11-2017) ia sangat kecewa kepada pelaksana proyek pembangunan gedung Fakultas Politeknik Aceh Selatan (Poltas), pasalnya pada setiap hujan tiba, perumahan penduduk disekitar itu dimasuki air dan pasir, ditambah lagi saluran disisi jalan Negara ikut tertimbun pasir.

Tambahnya yang menjadi sasaran bukan perumahan penduduk saja, tapi juga dua perkantoran pemerintah disekitar itu ikut musibah, seperti Kantar Urusan Agama (KUA) dan Kantor Polsek resor Kecamatan Samadua, yang enggan disebutkan namanya dimedia ini.

Ia menambahkan, pasir juga bertumpuk di jalan negara pada lintasan Blang Pidie-Tapaktuan setinggi 30 CM, akibat dari itu banyak menjadi korban para pengguna jalan.

Camat Kecamatan Samadua, Nyak Mansur, di hubungi Media Realitas, (27/11-2017) secara terpisah di Tapaktuan mengakui masyarakat disekitar pembangunan sangat resah, karena dilokasi pembangunan Poltas, asal turun hujan teras, air dan pasir bertumpuk di jalan Negara, termasuk tertimbunnya parit saluran air disisi kiri kanan jalan negra, juga dihalaman warga sekitar ikut ditimbun tumpukan pasir yang turun dari perbukitan lokasi pembangunan Poltas.

Camat Samadua, Nyak Mansur mengakui sudah menghubungi kontraktor yang mengerjakan proyek Poltas, dan mereka menanggapi dan ia mengerahkan anggota kerja dan BEKO untuk melakukan pengerukan pasir yang ada didalam parit baik didepan rumah warga juga didepan Kantor Polsek dan KUA, katanya.

“Nyak Mansur akan menghubungi kontraktornya lagi, sebab kejadian ini bukan sekali dua kali, tapi berulang kali, kejadian serupa muncul lagi, dan supaya pelaksana bisa membuat cara lain untuk mengatasi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Hal itu seperti dilakukan pada lembah perbukitan dikaki gunung Ribee itu dengan cara dibuat beton, bila tidak menurut hemat dia, kejadian tetap sama, tambah Nyak Mansur.(MR.ZUL)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS