54319 KALI DIBACA

Pencarian Bocah Alwi Limbong Hilang Tengelam Dihentikan

Pencarian Bocah  Alwi Limbong Hilang Tengelam  Dihentikan
example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – Memasuki hari keempat pencarian balita yang hilang diduga jatuh dan terbawa arus banjir, di Desa Suka Makmur Kec. Singkil hingga kini belum berhasil ditemukan.

Tim gabungan yang melakukan pencarian “Sejak hari Sabtu dilakukan pencarian, belum juga ada tanda-tanda ditemukan kemunculan anak itu, sehingga kami sepakat menghentikan sementara pencarian,” kata Komandan Tim (Dantim) Basarnas Kota Cane Kab. Aceh Tenggara wilayah koordinasi Aceh Singkil Muhammad Amri, didampingi Kepala Desa setempat, Burhan, Selasa (14/11) di kawasan Sungai Desa Suka Makmur.

SAR mulai melakukan pencarian sejak Minggu (12/11). Pencarian akan diakhiri pukul.17:00, namun kami tetap bersedia jika suatu saat kembali dibutuhkan untuk membantu melanjutkan pencarian. (Dan Tim  Basarnas sempat pamit Kepada Kepala Desa Suka Makmur, Kebali ke Aceh Tenggara Senin Sore 13-11-2017). Tapi Bupati Aceh  Singkil minta untuk kebali satu hari lagi Pecaharian korban)

Amri menyebutkan, biasanya korban hanyut jika tidak selamat, dalam waktu 1×24 jam akan mengapung. Namun sampai ini  di beberapa titik lokasi yang dicurigai setelah dibelender (penyisiran), mau pun penyelaman dengan alat kompresor, belum juga ada tanda-tanda kemunculan, maupun aroma mayat yang keluar.
Pencarian turut melibatkan masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, PMI,  TNI/Polri, Satpol Air, Basarnas Kab. Aceh Tenggara serta Relawan lainya, yang menyisiri kawasan hilir sungai,  kawasan Sungai Bengkolan, Kuala Gabi, kawasan Sungai Singkil hingga ke ujung Kuala Barat dan sekitar pantai, terang Amri yang mengaku akan kembali ke Aceh Tenggara malam ini.

Alwi Limbong, 2,5, merupakan putra tunggal pasangan Salman Limbong, 36, dan Aini, 35. Balita tersebut dinyatakan hilang pada Sabtu (11-11-2017) sekira pukul.14:00.

Berdasarkan keterangan Salman Limbong orang tuanya diduga Alwi tenggelam saat dari depan rumah dan hendak mengambil mainan kapal-kapalan terbuat dari botol pastik diikat dengan tali, disaat angin berobah mainan itu keluar dari   depan teras pitu depan rumah dan bukan dari jendela. Sebab Jendela dipalang dengan selebar papan dan ditutupi dengan selai kain panjang agar tidak telihat orang lewat dari depan disaat Istri saya menidurkan anak  dan segan bila kelihatan orang yang melitas jalan tanggul.

Lantas Alwi terjatuh dari teras depan rumah panggung dan terbawa arus melalui box dibawah tanggul. Tanggul tersebut yang menghubungkan langsung ke anak Sungai Bengkolan, yang hanya berjarak lebih kurang 8 meter dari rumah orang tua korban. (R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS