34319 KALI DIBACA

Otak Penyerangan Polisi dan Penggelapan Kendaraan Dibekuk Usai Memadu Kasih

Otak Penyerangan Polisi dan Penggelapan Kendaraan Dibekuk Usai Memadu Kasih

MEDAN | Media Realitas-Terbayar sudah upaya pengejaran yang dilakukan Tim Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut.

Setelah hampir sebulan berada di daerah Jawa Barat, tim akhirnya berhasil membekuk Lukas Tarigan, otak pelaku penyerangan polisi dan penggelapan mobil serta motor.

Pemuda yang berusia 35 tahun itu ditangkap di Bandung, dari dalam Hotel Ibis Jalan Asia-Afrika, kemarin. Pelaku yang tercatat menggadaikan 20 unit mobil dan 13 unit sepeda motor ini dibekuk usai memadu kasih dengan selingkuhannya.

Informasi yang diperoleh Rabu (15/11/2017), setelah melarikan diri sejak 10 Oktober lalu, pelaku yang merupakan warga Desa Pertampilen Dusun III, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang ini, terdeteksi berada di daerah Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Selanjutnya, Sabtu (11/11) lalu, tim yang dipimpin Kanit 2 Renakta Kompol Syafrizal Asrul, berangkat dari Kota Medan menuju tempat pelaku bersembunyi.

“Penangkapan pelaku tidak mudah. Ia selalu berpindah-pindah sejak melarikan diri dari Medan ke Jawa Barat. Tim mendapat informasi keberadaan pelaku di Majalengka, namun saat dicari sudah pindah,” ujar Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Hari Sandy Sinurat.

Pengejaran kembali dilanjutkan. Dari informasi yang diperoleh, Lukas telah berpindah ke daerah Sumedang, dan kemudian melakukan penyelidikan. Di daerah itu, polisi menemukan informasi, Lukas bersama selingkuhannya sudah berpindah lagi.

“Dari Sumedang tim mendapat informasi, tersangka bertemu dengan selingkuhannya di Kota Bandung. Selanjutnya pada 13 November tim bergeser ke Kota Bandung, dan melakukan penyelidikan,” sebut mantan Kapolsek Medan Kota ini.

Setibanya di Kota Bandung, keberadaan Lukas mulai terlihat bersama selingkuhannya. Pagi itu, polisi yang sudah membuntuti Lukas, terlihat masuk ke dalam Hotel Ibis di Jalan Asia-Afrika.

“Lukas dan selingkuhannya menaiki mobil, lalu masuk hotel. Kami tunggu, hingga perempuan itu keluar. Setelah keluar, kami langsung mengamankan pelaku di dalam kamar hotel,” kata Sandy.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang dihimpun personel Ditreskrimum Renakta, ada seorang penadah bernama Lukas Tarigan (DPO) yang keberadaan diketahui di Jalan Jamin Ginting, Dusun III, Petampilan, Desa Namupuli, Pancurbatu, sekira pukul 21.00 WIB, 10 Oktober lalu.

Selain Lukas, pelaku lain sudah diamankan, yakni Ahmad Tohir (40), Latief Saragih (37), Trisna Bobby Fadly (36), Eddy Suwito (57), Raja Mangembang Hutagalung (44), Suhendra (42), Robin Sembiring (34), Riski Wahyudi (38), Darling Lahagu (42), Den Arjuna Ginting (41), Haposan Simanungkalit (30), dan Dedek Saputra (32).

Setelah bertemu, Lukas ternyata menyadari, saat itu kedatangan anggota polisi berusaha hendak menangkapnya. Ia kemudian berteriak dan memerintahkan warga sekitar untuk menghabisi polisi.

Aksi provokator dari pelaku saat itu, mengundang para warga sekitar untuk menganiaya kedatangan Kompol Safrizal bersama anggota. Setelah dipukul mundur, beberapa personel polisi tak mau ambil risiko. Sehingga, yang tertinggal hanya rombongan Kompol Safrizal yang menaiki mobil Toyota Avanza BK 1184 JT.

Akibatnya, mobil polisi itupun diserang oleh masyarakat dan rusak (bolong) pada bagian bodi sebelah kiri.(sumber: pojoksatu)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS