63519 KALI DIBACA

Mengapa Jaringan Narkoba Malaysia-RI Tumbuh Subur

Mengapa Jaringan Narkoba Malaysia-RI Tumbuh Subur
example banner

Media Realitas-Sedikitnya 129 orang warga negara Malaysia terlibat jaringan internasional peredaran narkotika dalam dua tahun terakhir. Sindikat asal Indonesia yang beroperasi di wilayah Aceh dan Medan adalah bagian dari jaringan narkotika Malaysia.

“Sindikat asal Indonesia banyak membeli barang dari Malaysia dengan modus pembayaran 30 persen terlebih dahulu, baru diselesaikan setelah barangnya datang,” beber Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto melalui rilis kepada wartawan, Selasa (7/11).

Oleh sebab itu, kata Ari, kerja sama memerangi narkoba antara Bareskrim Mabes Polri dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia harus ditingkatkan, terutama dalam hal mengungkap dan mengembangkan kasus money loundring yang berasal atau predicate crime-nya dari kejahatan narkotika.

“Fakta yang berangkat dari data mengungkapkan bahwa banyak jaringan narkotika di Indonesia dikendalikan oleh jaringan Malaysia,” jelas Ari.

Ini tanggung jawab yang tidak ringan. Makanya, lanjut Air Polri maupun Polis Diraja Malaysia sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk memutus dan menghancurkan sindikat perdagangan gelap narkotika.

Menurut Ari, suburnya jaringan narkotik Indonesia-Malaysia dipengaruhi faktor geografis di mana kedua negara memiliki garis perbatasan darat dan perairan atau pantai yang cukup panjang. Selain itu adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya.

“Ini tentu saja membuka peluang sebagai jalur peredaran narkotika sehingga membutuhkan mekanisme pencegahan dan pengawasan yang lebih intensif lagi, secara bersama-sama. Salah satunya dengan peningkatan frekuensi joint operation,” kata Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa kejahatan narkotika merupakan permasalahan multidimensi dengan jaringan peredaran yang luas dan melibatkan lebih dari satu negara atau transnational crime.

“Untuk itu, dalam penanggulangannya juga diperlukan perumusan strategi penanggulangan dari berbagai sisi pendekatan permasalahan,” demikian Ari.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Commissioner Police (CP) Datuk Seri Mohman Bin Salleh, Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Polis Diraja Malaysia bersama anggota delegasi lainnya. Juga tampak Kapolda Nusa Tenggara Barat, pejabat utama Bareskrim Mabes Polri serta para direktur reserse narkoba dari seluruh Polda.[red]

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS