189119 KALI DIBACA

Masyarakat di Kawasan Perusahaan PT Dewi Kencana Semesta Kembali Memanas

Masyarakat di Kawasan Perusahaan PT Dewi Kencana Semesta Kembali Memanas
example banner

Idi Aceh Timur I Media Realitas-Masyarakat yang selama ini menggarap lahan di kawasan perusahaan PT Dewi Kencana kembali bergejolak Senin (13/11/2017.

Menurut keterangan sejumlah warga perusahaan kembali membuat pembatas, padahal sebelumnya lahan tersebut sudah puluhan tahun terbengkalai dan tidak adanya tanaman apapun di Areal tanah terebut ujar sejumlah warga kepala media ini.

Sudah sejak lama perusahaan sudah membiarkan lahan tersebut menjadi lahan tidur di Aceh Timur ,saat ini tanah yang terlantar dimaksud dan digarap oleh masyarakat meliputi tiga kecamatan diantaranya,indra Makmu,banda alam dan Nurussalam ujar sejumlah tokoh dilakasi perusahaan.

Hasil pantauanber kami luas tanah yang digarap oleh masyarakat seluas +-300 ha(tiga ratus hektar) maka kami masyarakat tetap mempertahankan tanah garapan kami ujar Keuchik gampong Perak julok rayeuk Selatan syaifuddin kepada sejumlah Wartwan Senin (13/11/2107).

Pihak nya sudah memohon kepada BPN Aceh Timur perihal identifikasi lahan milik HGU PT.DWI KENCANA SEMESTA pada tanggal 7 oktober 2017 untuk segera melakukan identifikasi masalah lahan tersebut sehingga masyarakat dan perusahaan tidak terjadi konflik sengketa pertanahan nanti ujar Syaifuddin.
Kalau tidak segera di selesaikan oleh pihak terkait baik BPN Acen Timur dan Pemkab Aceh Timur dikuatirkan nanti nya akan muncul masalah baru di lapangan sebut tokoh masyrakat daerah itu.

Terkait hal ini Media Realitas mengkonfirmasi pihak perusahaan dan sudah menemui Meneger perusahaan PT.DWI KENCANA SEMESTA Hasanuddin Senin (13/11/2017) menyampaikan bahwa,pihak perusahaan melakukan kegiatan pembuatan paret pembatas HGU Nomor 100 dengan lahan masyarakat, kronologi kejadian.
Pada saat akan memulai pekerjaan Senin pagi tanggal 13 November 2017 sekira pukul -10:00 wib, datanglah sejumlah warga masyarakat melarang melanjutkan penggalian paret batas HGU,dan ketika itu saya sudah menjelaskan kepada warga masyarakat tersebut bahwasanya, yang kami lakukan adalah kegiatan kebun tanpa ada memasuki lahan luar HGU, tapi para warga masyarakat tersebut tetap bersikeras agar alat berat beco jangan dioperasionalkan.

Menurut Meneger perusahaan, kami tidak pernah menyerobot lahan warga,karena lahan yang kami buat paret sudah ditanami pada tahun 1997, karena pada saat itu tahun 2000 sampai dengan 2005 kebun kosong tidak dapat bekerja karena konflik sehingga tanaman yang Baru ditanami habis dimakan oleh gajah liar dan kebun menjadi semak kembali,pada tahun 2011 perusahaan kembali menanam diafdiling Vl seluas 1000 hektar dan kembali dimakan gajah.
Rencana kami tahun 2018 akan membuka kembali menanam pada Areal HGU NOMOR 100 Diafdiling Vll yang berbatasan langsung dengan HGU.PTPN I KSO PTPN III dan Areal masyarakat.

Seperti sebelumnya telah kami sampaikan bahwa HGU NOMOR 100 di keluarkan tanggal 18-03-1997 luas Areal 1813,7 ha dan berakhir pada tanggal 25-03-2032
Kepada kelompok warga masyarakat sebelumnya juga pada saat mulai membuka lahan,juga kami dari pihak perusahaan sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya, lahan tersebut berada dalam Areal HGU PT.DWI KENCANA SEMESTA, sudah dilarang menanam tanaman tahunan,namun untuk tanaman seperti padi,kacang,jagung dan cabe dibolehkan.

kenyataannya ada sebagian masyarakat menanam tanaman tahunan seperti karet,durian,cokelat dan lain lain.

Menurut kami permasalahan ini Areal HGU kebun milik perusahaan sudah digarap dan dikuasai serta ditanam tanaman tahunan tanpa Izin.

kami juga dari perusahaan perkebunan meminta kepada pemerintah untuk dapat meluruskan persoalan ini agar tidak terjadi tumpang tindih dilahan HGU dengan warga masyarakat yang telah menggarap didalam Areal HGU tersebut,demikian kata hasanuddin Meneger perusahaan PT Dwi Kencana Semesta.(Hasbi.Abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS