64819 KALI DIBACA

MAA Kabupaten Aceh Singkil Lokakaryakan Hukum Adat dan Peradilan Adat Laot Uteun

MAA Kabupaten Aceh Singkil Lokakaryakan Hukum Adat dan Peradilan Adat Laot Uteun
example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Singkil Lokakaryakan Hukum adat dan peradilan adat Laot dan Hutan. dikuti Panglima Laut dan palima hutan, Senin,( 20-11-2027) di Gedung Pemuda Pasar Singkil (PPS) Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Lokakarya akan berlangsung selama 2 hari (20 s/d 21-11-2017) diikuti 88 peserta, terdiri dari panglima Laut, Panglima Hutan.Kepala Mukim, dan tokoh adat.turut hadir Kepala Dinas Perikanan, Dan Posal Singkil, dan Satpol Air Polres Singkil. Dan undangan lainnya.

Sekdakab Drs Azmi dalam arahannya saat membuka acara mengatakan, kegiatan lokakarya itu penting dilakukan agar masyarakat memahami keberadaan hukum adat dan peradilan adat.

Terutama kaitannya dengan penjagaan terhadap kelestarian ekosistem. Termasuk penyelesaian secara hukum adat dan peradilan adat.

“Jika sudah memahami hal itu, masyarakat akan memerlakukan alam dengan baik dan positif. Mereka tidak semena-mena lagi dalam mengeksplotasi hutan dan laut sesuai kehendak hatinya,” ucap Azmi.

Ketua Panitia Pelaksana Ustaz Abdussalam, Lokakarya bertujuan memaksimalkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan peradilan adat di tengah-tengah masyarakat.

“Sehingga hukum adat itu bisa lebih eksis di samping hukum positif lainnya,” tutur Ustaz Abdussalam.

Narasumber dalam lokakarya tersebut, hadir dari MAA Provinsi Aceh, Sanusi M Arief, Wakil Ketua MAA Aceh Singkil, H Mu’adz Vohry, Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Singkil H Ismed Taufiq, dan Dara Qutni utusan Panglima Laot Aceh Singkil..

Pelestarian alam ini penting, demi kepentingan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainya.

Sementara itu, Sanusi M Arief dari MAA Provinsi Aceh dalam paparannya sebagai narasumber menyebutkan, jika ada persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui tingkat peradilan adat.

“Jangan semua persoalan langsung diserahkan ke pihak berwajib kalau masalahnya masih bisa didamaikan di tengah masyarakat melalui lembaga mukim secara adat-istiadat setempat,” katanya.

Dengan lokakarya ini, tambah Sanusia M Arief, diharapkan para tokoh adat punya peran maksimal dan mengerti cara menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dengan kearifan lokal yang ada.(R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS