55319 KALI DIBACA

KPK Buru Setya Novanto

KPK Buru Setya Novanto
example banner

Jakarta | Media Realitas- KPK belum berhasil menangkap Ketua DPR Setya Novanto meski sudah dijemput sampai ke dalam rumah Ketua Umum Partai Golkar itu. KPK terus berusaha menemukan Novanto.

“Sampai saat ini kami belum menemukan yang bersangkutan, termasuk ketika kita mendatangi kediaman yang bersangkutan hari ini,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) dini hari.

Berbekal surat perintah penangkapan, tim KPK sudah bertemu pihak keluarga Novanto di rumah Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun Novanto sendiri belum jelas rimbanya.

“Upaya pencarian masih terus kami lakukan,” kata Febri.

Dia tidak bisa menyebutkan secara terperinci soal ada di mana saja tim KPK yang sedang memburu Novanto. Namun status Novanto belum dinyatakan sebagai buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Saya kira kita belum bicara soal buron atau pelarian, karena yang dilakukan hari ini adalah proses mendatangi kediaman yang bersangkutan, dan di sana kami masih melakukan proses pencarian lebih lanjut,” kata Febri.

Koordinasi dengan Kapolri dan Kakor Brimob

KPK belum menemukan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto meski sudah mendatangi rumahnya. KPK juga menggandeng Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menemukan Setya Novanto.

“Dalam kegiatan KPK hari ini dan beberapa waktu sebelumnya, pimpinan KPK sudah berkoordinasi dengan Kapolri, Wakapolri, dan Kakor Brimob (Irjen Murad Ismail) dan kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Polri dalam setiap upaya penindakan KPK,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Febri menyatakan sudah 11 kali KPK memanggil Novanto dalam proses penyidikan KPK, baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi.

“Kami sampaikan juga, sampai Rabu (15/11), KPK sudah melakukan total secara seluruhnya 11 kali pemanggilan,” ujarnya.

Pemanggilan itu mulai pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto, Andi Agustinus, Anang Sugiana Sudihardjo, hingga memanggil Setya Novanto sebagai tersangka.

“Jadi kami pandang segala semua upaya persuasif sudah kita lakukan,” tegasnya.

Dari 11 panggilan itu, tercatat hanya tiga kali Novanto memenuhi panggilan, yakni sebagai saksi untuk Sugiharto pada 13 Desember 2016 dan 10 Januari 2017, serta sebagai saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong pada 14 Juli 2017. Sementara sisanya absen dengan beragam alasan.

Terakhir, Rabu (15/11) kemarin Setya Novanto absen lagi dari panggilan sebagai tersangka. Hingga kini KPK masih memburu Setya Novanto. (dtc/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS