264819 KALI DIBACA

Kedua Pelanggaran Syariat di Julok Aceh Timur Mengaku Sebelum di Tangkap Polisi Syariat Baru Siap Melakukan Hubungan Badan.

Kedua Pelanggaran Syariat di Julok Aceh Timur Mengaku Sebelum di Tangkap Polisi Syariat Baru Siap Melakukan Hubungan Badan.

Idi Aceh Timur I Media Realitas- Berawal dari hubungan cinta terlarang,sebut saja Ratna Leni (25) yang beralamat digampong Bantayan Kecamatan Nurussalam dijemput oleh sang pacar Sebut saja Mawardi  beralamat digampong Blang Paoh sa kecamatan Julok  Aceh Timur, yang membawa  nya kerumah  Mawardi,sesampai di rumah Mawardi sekitar jam 02:00 wib.

Setelah berada dirumah Mawardi kami melakukan perbuatan layaknya suami istri sampai empat kali,siang hari satu kali dan sebelum kami ditangkap satu kali lagi perbuatan tersebut kami lakukan atas dasar suka sama suka tanpa ada paksaan katanya ujar Ratna.

Namun lain halnya pengakuan dari sang pacar Sebut saja WD,kami hanya melakukan satu kali hubungan layaknya suami istri, kepada media ini selebihnya ya sudah ditangkap Aparat Gampong dan WH katanya singkat

Saat media ini menemui Kasat PP Polisi Syariat Islam Wilayatul Hisbah Adlinsyah.S.Sos.M.Ap.melalui Kabid Penegakan  Hukum dan undang undang Syariat islam Muzakkir SHI, membenarkan adanya pasangan non muhrim  dan sudah kita amankan dikantor ini ujar nya kepada media ini  diruang kerjanya, pasangan non muhrim yg diduga melakukan pelanggaran syariat islam dari Gampong Bantayan bagok Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.

Kita sudah mendapatkan identitas  laki laki yang bernama mawardi alamat Blang Paoh sa, kuta binjei Kecamatan julok Kabupaten Aceh Timur, sedangkan perempuan  Ratna Leni,alamat  Gampong Bantayan Bagok kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.
Namun lokasi kejadian mesum itu kita ketahui ber lokasi Tempat kejadian perkara dikuta binjei Kecamatan Julok , pasangan tersebut untuk saat ini kita amankan di Mako WH di idi Aceh Timur untuk di proses lebih lanjut ujar nya lagi.
Untuk kita peoses lebih lanjut kita panggil dulu kedua belah pihak keluarga dan aparat gampong serta aparat gampong tempat kejadian untuk dimusyawarakn penyelesaiannya, karena pasangan ini sudah melanggar aturan hukum Qanun Jinayat,no 6 tahun 2014 tentang perzinahan katanya.(Hasbi.Abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS