46319 KALI DIBACA

Jalan Nasional Terputus, Rakit Jadi Alternatif

Jalan Nasional Terputus, Rakit Jadi Alternatif
example banner

Bireuen | Media Realitas – Jembatan rangka baja Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh hingga kini belum dapat digunakan. Warga pun menyewakan jasa penyeberangan kendaraan roda dua atau pun empat. Rezeki mereka dulang.

Kendaraan itu dari Banda Aceh menuju Medan atau sebaliknya harus mencari jalan alternatif untuk melewati sungai. Jika bergerak dari ibu kota provinsi Aceh, jalan alternatifnya masih rusak parah dan berlobang. Jarak yang harus ditempuh sekitar 9 km atau butuh waktu sekitar 45 menit.

Nah, untuk mempersingkat perjalanan, warga Tingkeum membuat alat transportasi untuk mengangkut kendaraan. Ada dua tempat di sana yang dijadikan lokasi penyeberangan. Khusus sepeda motor, letaknya tak jauh dari jalan nasional. Di sana, ada 15 alat transportasi semacam rakit yang digunakan.

Sedangkan untuk mobil, lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari tempat menyeberang motor. Sejumlah warga sekitar menyambut hangat begitu ada mobil yang masuk. Mereka menawarkan jasa sembari memberitahu biaya.

“Untuk mobil biayanya Rp 30 ribu/mobil. Kalau motor Rp 15 ribu,” kata seorang pekerja, Anwar, Senin (20/11/2017).

Para pekerja di sana bekerja secara bergiliran dan pergantian dilakukan setiap enam jam sekali. Pengguna jalan yang memanfaatkan jasa mereka tergolong ramai. Untuk satu shift saja, lebih 100 mobil yang harus mereka angkut untuk menyeberangi sungai seluas 50 meter.

Untuk alat angkut mobil yang dibuat menggunakan drum dan lantai seluas 7X9 ini sudah beroperasi sejak awal Agustus lalu. Sekali angkut, muat tiga unit kendaraan roda empat. Waktu tempuhnya tidak sampai lima menit. Petugas di sana menuntun dari pertama naik hingga turun kembali.

“Alat ini menggunakan mesin boat 40 PK. Dan drum yang dipakai lebih 100 drum,” ungkap Anwar.

Menurutnya, alat transportasi untuk menyeberangi kendaraan tersebut merupakan milik pribadi. Biasanya, mereka beroperasi 24 jam sehari. Tapi kadang harus tutup lebih awal karena air sungai meninggi.

“Pengguna jalan sekarang lebih banyak memilih pakai ini. Karena kalau mutar jauh sekali dan jalan alternatif tidak bagus,” jelas Anwar.

Kerusakan jembatan Krueng Tingkeum terjadi sejak awal 2017 setelah sungai di sana meluap. Pada awal kerusakan, masih dibuka tutup agar pengguna jalan dapat melintas. Namun ketika sudah mulai diperbaiki, lokasi ditutup. Hingga kini, pengerjaan jembatan itu masih berlangsung. (red/dtc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS