117319 KALI DIBACA

DIDUGA SIMPANGKAN DANA GERBANG DESA PELAKSANA MENGELA

DIDUGA SIMPANGKAN DANA GERBANG DESA PELAKSANA MENGELA

KOTABUMI | Media Realitas – Dalam perogeram Gubernur Lampung Ridho Ficardo. gerbang desa Saibumi Ruwajurai (saburai) merupakan salah satu perogram ungulan pemerintah peropensi lampung dimana salah satu output dari perogram kegiatan ini adalah memperpendek rentan kemiskinan yang terjadi dimasarakat. “perogram ini hendak dilaksanakan dengan Sungguh-sungguh dan para pengelola harus berhati-hati” dikarna banyak perogram yang gagal karena sikap cepat puas.

Program gerakan membagun desa sai bumiruwa jurai peropensi lampung tahun 2015-2019 yang mana bertujuan memberantas kemiskinan serta meningkatkan SDM dan SDA didesa-desa tertingal.ironis nya, perogram gubernurlampung menjadi ajang perlombaan memperkaya diri sndri oleh para oknum kepala desa yang diduga selewengkan dana desa husus nya dikabupaten lampung utara (Lampura)

Selain pekerjaan yang berkesan asal-asalan tidak mengedepankan mutu pebagunan yang mereka bagun. pagu anggaran pekerjaan terlalu besar sehingga dalam satu pekerjaan menelan dana begitu besar.

Desa gunung maknibai, kecamatan sungkai barat, kab lampung utara.
tahun 2017 membagun jalan ondrlah sepanjang 580 M. pembagunan jalan ondrlah ini diduga tidak sesuwai dengan ketentuan stndar pekerjaan umum (P U) mesti nya harus memakai pasir dasar/bawah sebagi pondasi awal pengerasan badan jalan dengan ketebalan 3cm sampai 5cm. yang ada di lapangan tidak memakai pasir dasar dari pemasangan batu dalam ketentuan harus berdiri agar ketika digilas alat berat (wales) batu bisa tertanam sehinga bisa mengonci satu dengan yang lain nya. ukuran batu harus sesuwai ketentuan batu tipe (bt) =15/20 cm dimana 15 cm dimaksut lebar batu dan 20 cm dimaksut tebal batu. pembangunan jalan ini pula diduga tidak memakai lapis penutup atas memakai sirtu, sehingga merugikan negara berserta masyarakat setempat penguna jalan.

Selain pembagunan jalan onderlah kades gunung mak nibay, pula membagun rabat beton sepanjang 50 M. yang mana baru beberapa bulan telah retak dan patah, diduga pembagunan rabat beton tidak sesuai dengan bestek. pemadatan pondasi jalan rabat beton agar tidak terjadi penurunan saat konstruksi Sudah selesai dibagun sehingga Menyebabkan kerusakan atau retak-retak, Penghamparan pondasi jalan diduga tidak memakai batu. pemasangan besi tulang diduga tidak sesuwai sehingga tidak ada ketahanan bagunan rabtbton.

Dodi Saat dikompirmasi awak media menjelaskan pelaksanaan tersebut,Saya selaku pelaksana pekerjaan gerbang desa itu blm selesai masih tingal 20% yang blm keluar dana nya. pekerjaan jalan onderlah itu memang sudah dihampar batu nya, sudah sesuwai dengan bestek meski tidak makai pasir bawah. “terkait rabat beton yang retak dan patah itu memang belum sepenuh nya selesai pekerjaan nya, masih menunggu tahap 20%, sudah lah kita ini sudah kenal buat apa bahas itu main saja kerumah,”tutupnya. (Desi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS