84219 KALI DIBACA

Diduga Salah Perencanaan RPH dan RPU Peusangan Terancam Mubazir

Diduga Salah Perencanaan RPH dan RPU Peusangan Terancam Mubazir
example banner

Bireuen, Aceh I Media Realitas- di diduga salah Perencanaan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Pasar Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan yang sudah dibangun tahun 2011 sampai sekarang belum difungsikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen provinsi Aceh.

Hasil liputan media ini, Rabu (22/11/2017), komplek RPH di kawasan Pante Gajah terkesan tidak pernah dirawat lagi dan tidak di fungsikan sama
Sekali.

Sekelilingnya sudah dipenuhi semak belukar sehingga terkesan sudah menjadi rumah hantu. Padahal Pemkab Bireuen sudah menggelontorkan anggaran milyaran rupiah, termasuk untuk pengadaan lahan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Ir. H.Alie Basyah, M.Si yang diminta tanggapannya beberapa waktu lalu perihal belum difungsikan RPH dan RPU di Pasar Matangglumpangdua beralasan, penjual daging yang tidak mau memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

“Sudah kami panggil penjual daging semua dan kami minta mereka untuk memanfaatkan RPH itu secara cuma-cuma tanpa harus menyetor retribusi dulu. Tapi tidak ada yang bersedia,” ungkap Alie Basyah.

Menyangkut hal tersebut, salah seorang penjual daging di Pasar Matangglumpangdua, Azhari yang ditemui wartawan mengungkapkan, mereka sudah memiliki RPH sendiri jauh sebelum Pemkab Bireuen menyediakan fasilitas tersebut.

Seharusnya, kata Azhari, Pemkab Bireuen sebelum mendirikan RPH terlebih dahulu membuat kajian, baik masalah lokasi maupun penting tidaknya dibangun.

“Kami dari dulu sudah punya RPH milik sendiri. Bahkan di Cot Panjoe, sapinya dipotong tidak lagi secara manual sekarang. Dan kami bayar retribusi aja ke dinas meskipun kami tidak menggunakan milik pemerintah,” ujarnya.(Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS