72519 KALI DIBACA

Cerita Salman Limbong; Bocah Alwi Limbong Tengelam Dalam Bajir Singkil.

Cerita  Salman Limbong;  Bocah Alwi Limbong Tengelam Dalam Bajir Singkil.
example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – Alwi Limbong bocah cilik berkulit putih dikeningnya ada tanda putih baru berusia 2,5 tahun, anaknya pintar dan cepat menangkap huruf abzat dan angka yang diajarkan kedua orang tuanya.

Alwi Limbong anak tiipan Allah kepada Salman Limbong dari pernikahan dengan Ayni (Eni) 6 tahun yang lalu. Dalam usia selama 3 tahun pernikahannya barulah telihat tanda-tanda istrinya mengadung setelah menunaikan beberapa nazarnya kepada Allah. Curhat Salman Limbong kepada Media Realitas.

Aku bangga atas kecerdasan Alwi Limbong ucap Salman Limbong, cukup satu kali saja aku dan istri mengajari mengenalkan huruf Abzat arab yang ditempel diding rumah, lalu bila kami coba menyakan dan menujukan huruf A. B.TA. dan setrusnya dengan seponton dijawabnya selalu tepat dan benar.

Rasa bangga ku anak ini (Alwi) tergambar, nanti kelak kalau ia sudah dewasa akan menjadi anak taat dalam mejalankan perintah  agama Islam, menjdi anak yang sholih, bukan saja kepada kami kedua orang tuanya, juga beguna  bagi orang lain, dengan menundukan kepala sesekali mengusap wajahnya dari kedubelah telapak tangannya menutup mata sembari menghapus linangan air mata dengan nada terisyak sendu mencoba mehan kesedihan mendalam serasa  remuknya didalam hati  teringat ditinggal pergi anak satu-satunya yang tidak terlihat oleh siapun disaat tengelam ditelan bajir, Sabtu (11-11-2017)  yang mengepung Aceh Singkil

Istri ku Eni sebut Salman Limbong melajutkan, ia sangat tepukul dan tidak luput dalam kesedihan, dan merasa penyesalan yang menyelimutinya, ia menampar-naparkan dua matanya dan menyalahkan kenapa mata ini berat dan terpejam pada saat itu sehingga sibuah hatinya Alwi Limbong tak telihat kepergiannya keluar dari dalam rumah.

Selama ini Alwi Limbong dan ibunya Eni sangatlah berhati-hati mejaga dan mebesarkannya dengan penuh kasih sayang yang cukub belebih, kehati-hatiannya itu kadang-kadang anaknya itu dibawa orang lain pun tidak akan dikasihkan, bahkan sangking sayangnya kena panas trik matahari pun tidak boleh,  begitulah sayang dan kehati-hatian Enib menjaga Alwi Limbong, bahkan tetangga kupun tahu betapa kehati-hatiannya menjaga anaknya. Tapi itu semua hanya Allah yang lebih tau, sebut  Salman Limbong menbahkan.

Disamping itu jugajuga Salman Libong  orang tua bocah Alwi Limbong  korban tenggelam ditengah bajir  menceritakan;  Mula  kejadian yang sebenarnya yang anaknya tersebut hanya berselang waktu  lebih kurang 10 menit setelah saya  meninggalkan saat mau bongkar muat barang bantuan banjir untuk ke desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.

Salman Limbong tua korban terus terang menyatakan bahwa menyangkal kejadian tersebut memang tidak ke lalaian Istri saya seperti banyak yang di beritakan di Medsos katanya, agar Bapak bapak Bisa juga meluruskannya. Bahwa setelah makan siang sebelum bongkar muat kami masih bersama dan saya masih merokok sebatang sementara jarak rumah saya ke tempat bongkar hanya berjarak tidak sampai 100 meter.

Sewaktu saya sampai ketempat bongkar pun istri saya masih terdengar memanggil saya ketika anak saya tidak lagi didapati oleh ustri saya.

Hal itu diceritakan Salman Limbong kepada Dulmusrid Bupati Aceh Singkil, didampinggi Muhamad Riva’i Kdidis Komifo Kab. Aceh Singkil pada saat bekujung ketempat duka yang tengah bejaga malam menunggu kemukinan masih ada korban akan mucul  kepermukaan air banjir disekitar rumah korban  sudah selama tiga hari tengelam.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid menyampaikan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa keluaga korban agar pihak korban dapat bersabar dengan tetap berpegang teguh kepada Allah SWT dan Rasulnya dan jangan terlalu larut dalam kesedihanm.(R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS