103619 KALI DIBACA

Bupati Semprot Guru Pada Upacara HGN

Bupati Semprot Guru Pada Upacara HGN
example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – Puluhan guru-guru serta pelajar SMP dan SMA di Kab. Aceh Singkil termasuk para undangan yang hadir terkejut. Lantaran pada hari istimewa bagi guru yang seharusnya mendapat kado, kendati malah sebaliknya.

Bupati Dulmusrid langsung memarahi puluhan guru yang sedang berbaris mengikuti upacara sederhana di ruang oproom Kantor Bupati Aceh Singkil, mengawali penyampaian amanat inspektur upacara (Irup) pada upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-72 PGRI di Kab. Aceh Singkil, Senin (27-11-2017).

“Guru seharusnya menjadi panutan murid-muridnya, menjadi contoh baik, yang harus diguguh dan ditiru, tapi ini barisan sudah disiapkan masih ada juga yang santai-santai dan tangan didepan,” ucap Dulmusrid dengan nada keras sembari memperagakan posisi guru tersebut.

Seharusnya guru bisa menunjukkan lebih disiplin dihadapan murid-muridnya, bukan malah seperti itu, tambahnya.
Dalam pidatonya Dulmusrid turut mengucapkan selamat hari guru nasional. Dan memberikan penghargaan setingginya kepada guru-guru atas dedikasi, komitmen dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam upaya menderdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini daerah juga terjadi kekurangan guru yang masif disemua jenjang. Namun persoalan itu dapat tertangani atas jerih payah seluruh guru-guru, terutama guru honor, GTT/PTT yang selama ini tidak kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati, sebut Dulmusrid.

Menanggapi penegasan bupati tersebut, Ketua PGRI Kab. Aceh Singkil M Najur telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Bupati dan dihadapan guru-guru, serta para murid yang hadir.

Namun katanya, tidak hanya guru-guru yang hadir dan mengikuti upacara peringatan HGN dan HUT PGRI tersebut. Kendati banyak pegawai non guru yang juga ikut dalam upacara dengan berseragam korpri dan berdiri pada barisan yang sama, sebutnya.

Kalaupun memang guru yang menjadi sasaran kemarahan tersebut, Najur mengaku sangat menyayangkan sikap seorang Bupati yang langsung memarahi guru-guru saat dihadapan murid. Dan itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang bupati, yang akhirnya dapat menciderai figur seorang pimpinan daerah di mata guru-guru.

“Kalau mau marah silahkan, marahi saya selaku ketua PGRI atau langsung sampaikan dengan guru-guru. Namun harus pada tempatnya, dan tidak harus didepan murid-murid kami,” tegas Najur saat ditemui Waspada usai penyerahan hadiah bagi sekolah-sekolah, pemenang perlombaan olahraga, dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT PGRI dan HGN.

Ini menjadi kado teristimewa bagi kami guru-guru, pada hari guru tahun ini, di masa “perubahan” sebagai slogan bupati dan wakil bupati pilihan rakyat, tandas Najur.


Di sisi lain PGRI juga mengaku kecewa, lantaran sampai saat ini Pemkab Aceh Singkil, masih belum sepenuhnya berpihak untuk mensejahterakan guru-guru, terutama guru honorer, guru kontrak, tenaga administrasi sekolah honorer dan operator sekolah (OPS). Sebab hingga kini nasib mereka masih belum jelas.

Belum lagi sebagian Guru Daerah Terpencil terutama daerah kepulauan yang sudah berkali kali diperjuangkan oleh PGRI, eksekutif maupun legislatif sampai kini juga belum membuahkan hasil. Sepertinya kesejahteraan guru tak layak diperjuangkan, sepertinya guru tak perlu makan, guru tak perlu untuk bertahan hidup, meski telah memberikan pendidikan bagi anak-anak bangsa, sebut Najur.

Guyuran hujan lebat menjadi moment puncak peringatan HGN dan HUT ke-72 PGRI. Lantaran upacara peringatan hari guru yang sudah dipersiapkan akan dilaksanakan di halaman kantor bupati dialihkan di ruangan oproom, yang dilaksanakan melalui upacara sederhana.(R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS