58919 KALI DIBACA

YARA Minta Kasus Penipuan Umrah Segera di Limpahkan Kepengadilan

YARA Minta Kasus Penipuan Umrah  Segera di Limpahkan Kepengadilan
example banner

Meulaboh | Media Realitas –Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA)  pertanyakan kelanjutan kasus Penipuan Calon jamaah umrah di Aceh Barat yang saat ini di tangani oleh mapolres Aceh barat dan segera di limpahkan ke pengadilan.

Sudah Lama kasus ini di tangani pihak Polres  Kata Hamdani Ketua YARA perwakilan Aceh Barat Dan Aceh Jaya kepada sejumlah wartawan Rabu  (1/11/2017.

Menurut ketua Yara Terakhir Pada 29 Agustus 2017 YARA   menerima SPDP  ( Surat Pemberitahuan Dimulainya penyidikan ) dari Resor Aceh barat alhasil pihak terlapor Hj. Cut Mega Putri sudah ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penipuan tentang penyelenggaraan ibadah umroh, sebagimana dimaksud dalam pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana atau pasal 63 ayat (2) , pasal 64 ibadah haji ( umroh ). Sedangkan pemilik PT. Azizi Kencana Wisata Hj. Nazla Lubis di medan sudah menjadi DPO Polres Aceh Barat dan Polda Aceh.

Pasca penetapan HJ. Cut Mega Putri pemilik PT. AZIZI ACEH BARAT sebagai tersangka, Kita juga meminta kepada pihak kepolisian Aceh Barat untuk melakukan penyitaan terhadap kantor azizi di meulaboh karena masih banyak pasport dan dokumen lainnya seperti akte punya jamaah belum dikembalikan serta kami minta agar polisi mengusut aliran dana yang sudah distor ke rekening atas nama cut mega putri sebagai mana pengakuaanya bahwa semua uang tersebut sudah distor ke Direktur PT. Azizi Kencana Wisata di medan.

Dalam hal ini kita juga sangat mengaharapkan kepada polisi agar melakukan penyitaan terhadap aliran dana pada cut mega sebagaimana hasil pemeriksaan penyidik bahwa cut mega menerima keuntungan sebesar U$ 50 / Calon Jamaah dan FOC 1 orang dari 20 jamaah ujar Hamdani .

Dari keuntungan ini kami minta agar semuanya dikembalikan kepada Jamaah korban travel Azizi.selain setoran uang keberangkatan Umrah sebagian para calon Jamaah juga telah memberikan uang PP dari MBO k Medan sebesar 500 ribu / orang yang di terima langsung oleh  Staf di kantor Azizi Aceh Barat, Ini juga belum ada kejelasan pengembaliannya.

Kini Para calon jamaah umrah merasa minder dan sangat terganggu pasca gagalnya berangkat ke Tanah Suci. Mereka merasakan dampak malu luar biasa karena kalau kita di Aceh sudah menjadi tradisi kalau mau ke tanah suci pasti membuat syukuran dan mengundang saudara sanak family untuk berdoa namun hal ini sudah berulang kali dilakukan tapi tak kunjung berangkat.

Kita minta pihak kepolisian agar benar benar memprriotaskan penanganan kasus ini karena korbannya sangat banyak.

Kami berharap kasus ini segera di limpahkan Biar nanti waktu persidanfan Ada kejelasan kemana saja aliran dananya. ( Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS