60519 KALI DIBACA

Oknum Sekuriti USU Pelaku Penganiaya Mahasiswa Terancam Dijerat Pasal Berlapis

Oknum Sekuriti USU Pelaku Penganiaya Mahasiswa Terancam Dijerat Pasal Berlapis

MEDAN |Media Realitas– Anggota Komisi C DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menyambangi RS Columbia Asia Medan. Kedatangan kader PDI-Perjuangan ini untuk melihat kondisi Imanuel Silaban alias Nuel, mahasiswa yang dianiaya oknum sekuriti kampus USU.

Usai melihat kondisi korban, Sutrisno dengan tegas mengecam tindakan anarkis satpam USU. Kata Sutrisno, tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan.

“Bila dilihat dari sisi hukum, sekuriti yang terlibat penganiayaan ini bisa dijerat pasal berlapis. Ancaman hukumannya itu bisa sampai sembilan tahun penjara,” kata Sutrisno, Sabtu (21/10/2017) siang.

Sutrisno mengatakan, sejumlah sekuriti yang terlibat penganiayaan bisa dijerat pasal 353 ayat (1) dan (2) KUHPidana dan pasal 358 KUHPidana.

Pasal 353 ayat (1) dan (2) itu menyebutkan, jika penganiayaan dilakukan secara terencana dan korbannya mengalami luka berat, maka para tenaga pengamanan kampus itu bisa diancam tujuh tahun penjara.

“Jika dilapis dengan pasal 358, maka hukuman ditambah dua tahun, menjadi sembilan tahun. Aparat penegak hukum harus tegas dalam kasus ini,” katanya.

Kondisi Terkini Imanuel Silaban

Imanuel Silaban, mahasiswa USU yang dianiaya sekuriti kampus masih terbaring di ruang ICU RS Colombia Asia Medan, Sabtu (21/10/2017).

Namun pihak keluarga melarang wartawan untuk masuk ke ruang ICU untuk menjenguk.

Adik korban bernama Regina ketika ditemui di depan ruang perawatan terkesan enggan berkomentar.

“Lukanya di kepala sama di dagu. Yang lainnya enggak apa-apa,” kata perempuan berkaos abu-abu ini dengan nada ketus, Sabtu (21/10/2017) siang.

Anggota DPRD Sumut dari Komisi C, Sutrisno Pangaribuan pun akhirnya mewakili jurnalis yang datang untuk masuk ke ruang perawatan.(*)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS