45119 KALI DIBACA

Kepsek SDN 2,Di-duga Kangkangi Undang-Undang (UU), Nomor 14 tahun 2008 tentang (KIP), Keterbukaan Informasi Publik.

Kepsek SDN 2,Di-duga Kangkangi Undang-Undang (UU), Nomor 14 tahun 2008 tentang (KIP), Keterbukaan Informasi Publik.
example banner
Lampung Barat |Media Realitas-Kepala sekolah (Kepsek), Sekolah Dasar Negri Dua (SDN2), Desa Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Di-duga Kangkangi Undang-Undang (UU), Nomor 14 tahun 2008 tentang (KIP), Keterbukaan Informasi Publik. Rabu, (25/10).
Pasalnya saat dikomfirmasi, Rosida, selaku Kepsek di Sekolah Dasar tersebut Enggan Menjelaskan Dana Yang Bersumber dari (Bos) Biaya Oprasional Sekolah, yang diperuntukkan pembangunan Pagar Sekolah. ” pekerjaan tersebut memang tidak menggunakan RAB (Rencana Anggaran Belanja) dan itu hanya inisiatif (saya) pihak sekolah, “ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwasanya untuk Dana pemeliharaan kami tidak Bisa memberi tahukan Besaraannya,  karna Rahasia.  Dan apa bila saya harus berterus terang, dana tersebut, Rp. 4 juta rupiah. ” adapun Panjang pekerjaan tersebut yakni 70 meter, tinggi 2 meter dan tebal se-ukuran Bata, “terangnya.
Mirisnya lagi, Saat ditanya mengenai Surat Pertanggung jawaban (Spj), Rosida,  lagi-lagi berdalih dengan dalih yang sama yakni, tidak boleh untuk diketahui dan dasar kami merealisasikannya berdasarkan musawarah sekolah tentu itu merupakan Rahasia kami pihak sekolah.
” target pencapayan tidak ditargetkan,  itu semua tidak ada pagu anggaran  karna itu semua pemeliharaan. Dan semampu pihak sekolah membantu, kalau saya tidak punya dana lagi ya sudah sampai di batas bata merah saja, “tandasnya.
Di lain sisi-sisi, tokoh masyrakat Setempat menuturkan Bahwa pekerjaan tersebut, besar Dugaan Asal-Asalan Pengerjaannya. ” masa adukannya sampai lima satu, pakai lori lagi bukan Pakai takaran Setandar, ” ujarnya.
padahal itu untuk tembok sekolahan, kalau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan gimana, seperti kejadian di daerah belalau be-berapa tahun silam anak SD tertimpa tembok pagar sekolah, karna kwalitas pagar sekolah tersebut buruk alias asal jadi.
Masih menurut tokoh masyrakat tersebut, Selain dari segi adukan juga besi behel untuk tiang tembok SDN2 Padang Cahya tersebut, hanya memakai tiga behel di masing masing tiang pagar. Tentu hal tersebut sangat membahayakan mengingat itu sekolahan dan bukan rumah peribadi.
” lagi yang pakai behel empat buah saja masih wanti-wanti apa lagi pake tiga buah behel dan itu tidak menyambung langsung ke pondasi awal hanya saja, menempel ditembok sambungan. Mengingat daerah lampung barat ini rawan gempa tentu itu menjadi momok menakutkan bagi siswa/siswi Sekolah Dasar tersebut, “terangnya.
Tokoh masyrakat tersebut berharap kepada Pemerintah Kabupaten, Lambar khususnya dinas terkait supaya bisa meninjau ke-lokasi sekolahan tersebut.
” mengingat dana tersebut merupakan kucuran dari dana pemerintah, yang harus jelas pertanggung jawabannya, ” pungkasnya. (Deferi/Daniel)
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS