IKLAN YARA

Ditangkap Saat Pesta Sabu, Oknum Kades Teriaki Polisi Maling

oleh -147.489 views
UPDATE CORONA

Palembang | Media Realitas-  Polisi membekuk 5 orang saat pesta sabu di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Seorang pelaku, Arsalan (55), ternyata sehari-hari kepala desa di wilayah tersebut.

“Iya benar ada 5 orang yang kita amankan saat penggerebekan tadi malam. Satu di antaranya merupakan oknum kepala desa dan satu pelaku yang menjadi target operasi berhasil kabur,” terang Kasat Narkoba Polres Ogan Ilir AKP Darmawan saat dimintai konfirmasi, Selasa (31/10/2017).

BACA JUGA :   Jokowi Salurkan 20 Ton Jagung Kepada Peternak di Blitar

Selain oknum Kepala Desa Tanjung Lubuk, pelaku yang turut diamankan pada Senin (30/10) sekitar pukul 23.30 WIB itu adalah Darwin (30), Zikrullah (46), Agustian (26), dan Bachtiar Enaka (56). Kelimanya diketahui sering mengonsumsi sabu di rumah kepala desa.

“Informasinya dari masyarakat sudah sering ada pesta sabu di rumah kades. Setelah dilakukan penyelidikan dan penggerebekan, ternyata benar sedang pesta sabu. Beberapa barang bukti, seperti alat isap, juga turut kita amankan di lokasi untuk petunjuk,” sambungnya.

BACA JUGA :   Geger Tengkorak Manusia Ditemukan di Kebun Karet Warga Langsa Baro

Mirisnya, saat akan ditangkap, para pelaku sempat mengancam petugas menggunakan sebilah golok dan meneriaki ‘maling’. Saat itu, masyarakat langsung berhamburan keluar dan sempat melakukan perlawanan.

“Petugas sempat diancam dengan golok sambil teriak ‘maling’ dan pintu juga tidak mau dibuka. Saat itu masyarakat keluar akan melawan. Untung langsung menunjukkan surat tugas dan memanggil tokoh masyarakat sekitar, akhirnya masyarakat paham dan ini baru selesai pemeriksaan,” tutur Darmawan.

BACA JUGA :   Mobil Pimred Media Realitas di Bakar OTK, Pelaku Terekam CCTV

Setelah diperiksa, 2 pelaku, yakni Asralan selaku kades dan Darwin, dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir untuk pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan 3 pelaku lain telah dibebaskan. (red)