51419 KALI DIBACA

Asrama Masiswa Singkil Di Medan Tak Layak Huni

Asrama Masiswa Singkil Di Medan Tak Layak Huni

Aceh Singkil | Media Realitas –  Bangunan asrama putra untuk Mahasiswa Kab. Aceh Singkil di Jalan Pimpinan no.144, Medan Sumatera Utara dinilai tidak layak huni, hal itu dikatakan Salihin salah seorang masiwa asal Kab. Aceh Singkil, Minggu (15-10-2017.

Sebab sebab kata Salihin menyampaikan keluhannya kepada media ini meyebutkan, selain pekerjaan pembangunannya pada tahun anggaran 2016 yang tidak selesai, saat ini kondisi atap bangunan sudah bocor, WC tumpat, lantai kasar dan berdebu. “Belum lagi air yang kami gunakan untuk kebutuhan  sehari-hari berkarat dan lengket.
Disamping itu kata Ihsan Kamil, Mahasiswa Aceh Singkil lainnya, pembangunan asrama tersebut telah setahun terbengkalai dan belum ada upaya perbaikan.
“Kondisi asrama saat ini lantainya kasar dan berdebu, sebagian atap bocor, WC tumpet dan air yang kami gunakan kuning dan bergetah jika kami mencuci baju putih bisa berubah warna,” kata Ihsan Ketua Asrama Putra Aceh Singkil melalui telpon selularnya.

Menurutnya, pihak PHO (Profesional Hand Over) dari dinas pendidikan yang diketuai Aslinuddin pernah mengamini tuntutan mahasiswa untuk penyelesaian pekerjaan asrama itu. Namun sejak penghadangan tim PHO Dinas Pendidikan oleh Aliansi Mahasiswa Oktober 2016 setahun lalu, sampai ini belum ada upaya Dinas Pendidikan melakukan perbaikan.

Akibatnya puluhan mahasiswa penghuni asrama Aceh Singkil mengalami kesulitan dari dampak pembangunan yang tidak selesai tersebut.

“Kondisi asrama sangat tidak sehat,  namun kami tidak ada pilihan lain, karna memang ini satu-satunya asrama putra Singkil yang dihuni 43 lebih Mahasiswa, jika kami sewa kos kami tidak mampu. Kami masih menempati asrama bangunan lama, sebab bangunan baru belum bisa dihuni,” keluh Salihin.
Kami juga tidak tau apakah sudah diserah terimakan atau belum bangunan asrama itu sampai sekarang. Sebab setiap setahun sekali kami harus ganti pipa, karena kondisi air berkarat dan menyebabkan pipa tersumbat, kata Mahasiswa Teknik Medan itu yang berharap Pemkab Aceh Singkil, segera memperbaiki bangunan asrama tersebut, mengingat banyaknya mahasiswa yang ingin tinggal di asrama itu.

Sebelumnya, setahun lalu Mahasiswa Aceh Singkil yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Asrama Aceh Singkil di Medan menolak dan menghadang kedatangan belasan PHO Dinas Pendidikan Aceh Singkil Oktober 2016 silam.

Mereka menghadang tim PHO yang hendak melakukan serah terima pembangunan asrama mahasiswa Aceh Singkil. Lantaran alasan mereka sejak awal pembangunannya tidak ada keterbukaan anggaran, bahkan tanpa memasang pamflet nilai proyek.

Berdasarkan website resmi Pemkab Aceh Singkil sumber dana pembangunan Asrama putra Aceh Singkil tahap I wilayah Medan, kegiatan tersebut bersumber APBK Tahun 2016 senilai Rp. 560.000.000, dan anggaran pembangunan instalasi air bersih Rp. 45.000.000.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil Yusmengatakan kepada Media Realitas Senin (16/10) dikantornya, menanggapi keluhan mahasiswa tersebut mengatakan kegiatan pembangunan asrama tersebut tahap pertama sudah di PHO kan, dan hanya sampai disitu kegiatannya.

Namun katanya, untuk tahap lanjutan kegiatan tersebut, BPK telah menegur dinas pendidikan terkait kegiatan fisik hanya bisa masuk dalam kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan tidak bisa lagi di dinas pendidikan. Sehingga pembangunan asrama tersebut batal dilanjutkan. “Tidak ada lagi anggaran untuk kegiatan fisik untuk SMA maupun Mahasiswa di Dinas Pendidikan, semua fisik sudah di PU,” ucap Yusfit.

Namun Yusfik menyarankan mahasiswa agar melaporkan usulan tersebut ke Bupati langsung atau Bagian Kesmas untuk renovasi bangunan asrama tersebut. “Yang menangani bidang mahasiswa Kesmas, dan untuk SMA sekarang sudah wewenang provinsi,” sebut Yusfit. (R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS