101519 KALI DIBACA

Anggaran Tak Jelas, P2K Dan PPS Mundur

Anggaran Tak Jelas, P2K Dan PPS Mundur

Aceh Singkil I Media Realitas- Enam anggota Panitia Pemilihan Keuchik/kepala desa (P2K), dan lima anggota KPPS (panitia pemungutan suara) mengajukan surat pengunduran diri dari tugasnya.
Alasan pengunduruan diri mereka, lantaran ketidak jelasan anggaran yang di plot kan untuk pelaksanaan kegiatan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Alur Linci Kec. Suro Kab. Aceh Singkil.

Pengunduran diri kami beralasan, sebab dana yang awalnya diusulkan senilai Rp.10 juta dalam RAB, namun hanya bisa direalisasikan Rp.5 juta. Itu pun dana nya dari mana juga tidak jelas, kata anggota P2K Alur Linci Hasbi kepada Wartawan, Senin (9/10/2017).

Dengan jumlah dana tersebut kami tidak mampu untuk melaksanakan Pilkades. Sebab nilainya tidak mencukupi untuk kegiatan, belum lagi pengadaan logistik.
Dana Pilkades tahap 1 senilai Rp.20 juta yang di plotkan sesuai Perbup dari anggaran dana desa. Sehingga untuk pelaksanaan Pilkades pemungutan suara ulang paling tidak bisa di plot kan anggaran senilai Rp.10 juta untuk mencukupi kebutuhan Pilkades.

Apalagi ketua P2K terkesan tidak transparan, sebab dana Rp.5 juta yang katanya dari Kabag Pemerintahan itu disanggupi sepihak tanpa musyawarah dengan anggota. Kemudian anggaranya juga tidak dijelaskan dari mana sumbernya, tambah Sanusi anggota P2K lainnya.

Katanya dana dari Kabag Pemerintahan, Rp.5 juta, sudah diterima ketua P2K Rp.3 juta melalui transfer via rekening. Sisanya Rp.2 juta akan diserahkan saat pelaksanaan Pilkades. Namun mengapa ketua P2K tidak menunjukkan bukti tanda terima dana atau paling tidak slip pengirimannya.

Sebelumnya kami sudah buat pernyataan bersama, jika anggaran tidak sesuai RAB maka kami mundur dari tugas, namun jika anggaran Rp.8,5 juta kami masih menyanggupi, tegas Hasbi.

Ketua P2K Alimudin didampingi Ketua KPPS Mewah Cibro menjelaskan, pengusulan anggaran sesuai arahan Camat dan kepala desa senilai Rp.10 juta. Namun setelah dilakukan verifikasi disesuaikan anggaran menjadi Rp.8,5 juta.

Kendati, setelah usulan dibawa ke Kabag Pemerintahan, hanya disanggupi oleh Kabag Pemerintahan senilai Rp.5 juta untuk anggaran Pilkades.
Namun Alimuddin juga tidak mengetahui persis sumber dana tersebut dari mana, namun yang jelas dari Kabag Pem Azwir yang mentransfer, katanya.

Kabag Pemerintahan Azwir yang dikonfirmasi terpisah, Selasa (10/10/2017) membantah jika dirinya memberikan dana pribadi untuk kegiatan pemungutan suara ulang Pilkades di Desa Alur Linci Kecamatan Suro.

Namun anggaran Pilkades akan diusulkan melalui sumber pembiayaan APBK Perubahan tahun 2017. “Mengapa harus jadi persoalan, jika pun harus pakai dana pribadi juga tidak ada masalah, selanjutnya bisa diganti setelah pencairan perubahan,” sebut Azwir.

Kabag Pem. Azwir juga membantah bahwa dirinya  adanya kebepihakan kepada salah satu calon pemilihan kepala Desa Alur Linci. Sementara kedua calon kades itu sendiri saya tidak kenal sama sekali. Tegas Awir.(R.tan).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS