IKLAN YARA

Pelajar Ditangkap Bawa 48 Kg Ganja

oleh -158.489 views
Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut memaparkan penangkapan ganja kering 48 kg asal Aceh Bireun.
UPDATE CORONA

MEDAN,| MEDIA REALITAS – Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja kering seberat 48 kg asal Aceh Bireun. Pelaku yakni Fajri bin Abakal (18) dan Abdullah (20) yang keduanya merupakan warga Jalan Masjid Pelimbang, Desa TP Panah Dusun Poteumeurehom, Kecamatan Palimbang, Bireuen.

Kedua pelaku yang masih berstatus pelajar ini diamankan saat berada di depan loket BUS Antar Lintas Sumatera (ALS) Jalan Sisingamangaraja, Kamis (19/10) kemarin. “Kedua pelaku sudah ketakutan membawa ganja dari Aceh Utara. Karena ketakutan, keduanya berangkat menaiki transportasi jenis L300 dari Langsa untuk selanjutnya ke Pangkalanbrandan,” kata Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Jumat (20/10).

BACA JUGA :   Kapolres Cirebon Kota : Vaksinasi Merdeka Digelar, Antusias Masyarakat Cukup Baik

Dari pengakuan kedua pelaku, ganja kering 48 kg yang disimpan dalam dua koper merah ini akan diedarkan di Bukit Tinggi dengan dibiayai uang transportasi senilai Rp2 juta.

“Dikarenakan bus menuju Bukit Tinggi tidak ada, maka kedua pelaku singgah ke loket Bus ALS. Di situ lah kita amankan kedua pelaku dan mengamankan barang bukti 48 kg ganja dalam dua koper,” kata Faisal.

BACA JUGA :   Tanggap Ancaman Narkoba, BNK Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pemkot Pekanbaru

Fajri bin Abakal mengaku terpaksa menjalankan bisnis haram tersebut karena terikat utang. Dia mendapati tawaran itu dari sang bandar bernama Abdullah (45), agar utang keluarganya lunas terbayarkan. “Bapak saya sakit, sudah susah napas. Keluarga saya pun punya utang sama Abdul. Musibah tabrakan adik saya, yang menanggulanginya itu Abdul,” kata warga Jalan Masjid Pelimbang, Desa TP Panah Dusun Poteumeurehom, Kecamatan Palimbang, Bireuen ini, Jumat (20/10).

Fajri bin Abakal ditangkap bersama temannya bernama Abdullah (20) saat berada di depan loket BUS Antar Lintas Sumatera (ALS) Jalan Sisingamangaraja, Kamis (19/10) kemarin.

BACA JUGA :   Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS, Kapolri Yakin Hasilkan SDM Berkualitas

Dari penuturan pria bertubuh kecil ini, ia dan Abdullah diperintahkan sang bandar untuk mengantar ganja ke Bukit Tinggi dengan iming-iming Rp400 ribu per kilo, jika sudah tugasnya selesai. “Saya cuma tukang gendong aja. Rencana per kilo akan diupah Rp 400 ribu, tapi baru dikasih uang jalan Rp 2 juta. Kami juga gak tau barang yang kami bawa ternyata sebanyak ini,” uku Fajri tertunduk lesu. (sp/red)