125219 KALI DIBACA

Diduga Napi Lapas Bireun Pelaku Penculikan di Peudada

Diduga Napi Lapas Bireun Pelaku Penculikan di Peudada
Harmaili (30), warga Desa Bungoe, Kecamatan Peudada, Bireuen dan korban penculikan.
example banner

Bireun Aceh I Media Realitas – Pasca dilepasnya Harmaili (30), warga Desa Bungoe, Kecamatan Peudada, Bireuen di kawasan Titi Rumbia, Kota Juang,  Bireuen, Sabtu (9/8) sekira pukul 03:20 WIB dini hari.

 

 

Aparat polres bireuen terus melakukan penyelidikan siapa dan kelompok yang melakukan penculikan terhadap harmili.

 

 

Informasi yang diterima oleh redaksi,Minggu (10/9) menyebutkan penculikan yang dialami oleh harmili melibatkan salah satu narapidana Cabang Rutan Bireuen yakni berinisial RU terpidana 5 tahun dalam kasus pengancaman.

 

 

Masih dari sumber yang sama menyebutkan napi RU telah lama berada diluar rutan sejak Karutan yang lama Irfan Riandy hingga saat ini.

 

Napi RU sudah sejak karutan yang lama bebas melenggang diluar rutan bireuen dan sekarang melakukan kriminal yakni penculikan kemaren yang di peudada, napi RU memang berada diluar rutan dalam rangka berobat,sakit TBC

” Napi RU sudah sejak karutan yang lama bebas melenggang diluar rutan bireuen dan sekarang melakukan kriminal yakni penculikan kemaren yang di peudada “,Ungkap sumber redaksi yang tidak ingin disebutkan namanya disini melalui pesan WA juga mengirimkan foto napi tersebut.

 

 

Kemudian melanjutkan,motif penculikan terhadap harmaili adalah Hutang piutang,dimana harmaili memiliki hutang dengan mantan istri pertama,napi Ru yang diduga sebagai salahsatu pelaku penculikan memiliki hubungan keluarga dengan mantan istri pertama harmaili.

 

 

” Napi RU itu masih ada hubungan keluarga dengan mantan istri korban, motifnya hutang piutang mantan istri pertama dengan korban,jadi peran napi RU disini dia disuruh sama mantan istri korban untuk lakukan penculikan terhadap korban “,tulis sumber dalam pesan WA yang dikirimkan ke redaksi.

 

 

Namun hingga berita ini dilansir pihak Kepolisian Resort Bireuen yang dihubungi redaksi lansung ke telepon seluler Kapolres bireuen AKBP Riza Yulianto belum dapat memberikan keterangan.

 

 

Sementara itu Kepala Cabang Rutan Bireuen Sofyan yang dihubungi, Minggu (10/9/2017) oleh redaksi melalui sambungan telepon selulernya membenarkan jika napi RU saat ini berada diluar rutan bireuen.

 

 

Menurut Sofyan keberadaan napi RU diluar rutan dalam rangka berobat karena penyakit diderita napi tersebut penyakit menular,dirinya tidak mau mengambil resiko menularnya penyakit tersebut pada napi lainnya.

 

 

Sofyan mengatakan napi RU memang telah dirinya beri izin karena telah memenuhi persyaratan dan sesuai protap,sofyan mengatakan napi RU diberi izin berobat pada 28 Juli 2017 lalu.

 

 

” Benar napi RU memang berada diluar rutan dalam rangka berobat,sakit TBC jadi kita izinkan dan telah memenuhi persyaratan dan pertimbangan antisipasi menularnya penyakit tersebut pada napi lain “,ungkap sofyan.

 

 

Sedangkan terkait adanya informasi yang menyebutkan napi tersebut salahsatu pelaku penculikan terhadap harmaili, dirinya menampik informasi tersebut disebabkan dirinya beberapa hari lalu sempat melakukan pengecekan ke rumah napi tersebut dan napi tersebut berada dirumah dalam proses pengobatan.

 

 

Seperti diketahui sebelumnya,Harmaili diculik oleh tiga pria tak dikenal yang menentengsenjata laras panjang jenis AK-47 disebuah warung didesanya, Jumat (8/9/2017)  yang klemudian harmaili diminta untuk naik ke mobil X-Trail yang ditumpangi oleh penculik. (red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS