50119 KALI DIBACA

Teuku Munzir : Dinas Tenaga Kerja Aceh Timur Jangan Tutup Mata Terhadap Buruh Kebun

Teuku Munzir : Dinas Tenaga Kerja Aceh Timur Jangan Tutup Mata Terhadap Buruh Kebun
Teuku Munzir , Ketua FS PPP - SPSI Kabupaten Aceh Timur
example banner

Aceh Timur I Media Realitas -Keputusan rapat kerja spsi kebun alur  rambut pt bumi flora agar segera menyesuaikan hal hal untuk kepentingan karyawan. Gaji karyawan sesuai keputusan gubernur aceh  berdasarkan  ump upah minimum propinsi aceh tahun 2017, soal upah untuk pekerja semua sudah di atur undang undang ujar Teuku Munzir ketua FS PPP – SPSI Aceh Timur kepada Media Realitas Kamis (17/8).

Lebih lanjut Teuku Munzir menyebutkan, sebelum ada keputusan dari pihak  perusahaan maka kami atas nama karyawan FS PPP – SPSI akan mengambil sikap tegas ujar nya.

Menuruti nya atas  nama seluruh karyawan pemanen dan karyawan kebun sepakat jika sampai dengan tgl 21 Agustus  2017 ini  belum juga ada keputusan penyesuaian gaji kami atas nama karyawan akan  melakukan mogok kerja sampai adanya keputusan lebih lanjut.

Menurut Munzir Kesempatan ini di sepakati  oleh seluruh karyawan perkebunan alur rambut PT BUMI PLORA yang lokasi di wilayah Aceh Timur. Keputusan rapat ini atas nama seluruh karyawan kebun alur rambut ,ketua fs ppp spsi  aceh timur Teuku Munzir menekan kepada pimpinan PT bumi flora harus membayar gaji karyawan sesuai upah minimum propinsi aceh (ump)dari mulai dari tgl 1 Januari 2017 yang telah ditetapkan gubernur Aceh Rp 2.500.000 rupiah.

Teuku munzir mendesak semua pihak baik  gubernur  aceh dan bupati aceh timur untuk mencabut agar mencabut hak guna usaha ( Hgu ) pemilikan pt bumi flora yg telah menahannya hak hak karyawan  yang telah di sepakati antara perwakilan nya masing masing antara gaperda / gapki dengan serikat buruh juga pemerintah aceh sebut Teuku Munzir , Ketua FS PPP – SPSI kabupaten aceh timur.

Teuku Munzir meminta  kepada pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Timur  sebagai pengawasan  nya jangan menutup mata dan jangan membiarkan semua perusahaan di  Aceh timur yang mengabaikan upah karyawan yang melanggar keputusan dan  peraturan pemerintah Aceh.
Menurut Teuku Munzir, semua aturan yang berus berjalan dengan baik apapun peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah harus ditaatinya oleh semua pihak apalagi menyangkut dengan tenaga kerja diperkehubunan.

Nasib rakyat kecil harus segera diperhatikan dengan baik soal upah tenaga itu soal perut bayangkan pekerja yang bekerja di hutan hanya mencari sesuap nasi untuk menghidupkan keluraganya, ujarnya Teuku Munzir menutup keterangan nya.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS