90419 KALI DIBACA

Rekanan Rumah Duafa Akan Bongkar 11 Unit Rumah Jika Dinas Perumahan dan Pemukiman Tidak Mau bayar

Rekanan Rumah Duafa Akan Bongkar 11 Unit Rumah Jika Dinas Perumahan dan Pemukiman Tidak Mau bayar
example banner

Banda Aceh I Media Realitas– Rekanan rumah duafa  masyarakat miskin di Acah Timur akan bongkar rumah yang sudah dibangun sejak tahun 2015 jika dinas yang menyuruh nya tidak mau bayar sampai dengan batas waktu Desember 2017.

Rekanan rumah duafa ( rumah masyarakat miskin ) Ridwan Ibrahim kepada Media Realitas Senin (7/8) di Banda Aceh menyebutkan pihaknya sudah menunggu hampir dua tahun untuk proses pembayaran rumah tersebut.

Menurut Ridwan Ibrahim Pembañgunan rumah tersebut 2015 masih dijabat oleh kabid perumahan bapak  muhammad saen dan rumah tersebut  disuruh kerja dulu kontrak kerja nya dibuat belakangan tapi sampai sekarang rumah tersebut belum dibayar dan rumah tersebut  sudah ditempati oleh penerima rumah bantuan.

Dari tahun 2015 rumah itu saya bangun sampai saat ini tidak ada yang peduli untuk melakukan pembayaran. Rumah itu saya bangun atas perintah muhammad saen waktu itu ujar Ridwan.

Menurutnya lagi seolah dinas perumahan dan pemukiman tidak peduli dengan kesusahan dirinya ujarnya lagi.

Sekarang kabid sudah diganti dan saya juga sudah menghubungi kabid baru dengan jawaban tidak mau bayar ujar Ridwan kesal.

Kalau dalam waktu dekat ini dinas tidak mau bayar dan tidak ada pihak pihak yang bertanggung jawab maka penghuni rumah akan saya keluarkan secara paksa kalau perlu rumah yang sudah saya bangun akan saya robohkan 11 unit itu.

Seharusnya pihak dinas harus membayar rumah yang sebelumnya diperintahkan bangun oleh kabid sebelumnya, ujar Ridwan kesal.

Untuk membangun 11 unit rumah didesa Luengsa kecamatan Madat kabupaten  Aceh timur menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta sudah termasuk Pajak ujar nya lagi.

Menurut Ridwan yang juga berprofesi kontraktor di Aceh Timur pihaknya bukan ancaman kalau menyangkut pembongkaran dan mengusir penghuni rumah di sudah di bangun tidak dibayar oleh pihak dinas terkait, ini pasti dilakukan kalau pihak dinas bertahan tidak mau membayar rumah yang sudah dibangun untuk warga miskin.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan sudah berulang kali menghubungi kabid yang membidangi pembangunan rumah dimaksud sudah berulang kali saya hubungi katanya tidak mau bayar makanya kita akan usir dan roboh kan rumah itu.

Menurut Ridwan pihak nya juga sudah minta bantuan DPR ACEH dikomisi D supaya rumah yang sudah di bangun bisa terbayar.

Pihak DPR ACEH berjuang memasuk di DIPA 2017 agar rumah itu terbayar dan sudah di sahkan oleh DPR ACEH ujar Ridwan Ibrahim setelah masuk ke dalam DIPA tahun 2017 minggu kemarin Ridwan menghadap kabid Chaituddin , kabid sekarang melapor bahwa rumah rumah yang di masukkan dalam DIPA tahu 2017 sudah selesai dibangun pada tahun 2015 atas perintah kabid sebelumnya dan PPTK sudah turun kelapangan untuk melihat kondisi bangunan nya secara langsung.

Ada yang aneh di kantor Dinas rumah yang saya bangun sudah ada didalam DIPA 2017 setelah pihaknya menghubungi pihak DPR Aceh, kenapa oknum kabid bertahan tidak mau bayar, sudah ada dalam DIPA dan pihak dewan sudah mengusulkan agar segera di bayar.

Menurut Ridwan akhir Juli 2017  kemarin pihaknya juga mendatangi kabit untuk menanyakan bagaimana persualan rumah yang sudah dibangun, kabid mengatakan rumah yang sudah dibangun itu tidak bisa di bayar ujar Ridwan menurut ucapan kabid dinas Perumahan dan pemukiman provinsi Aceh.

Ridwan juga sekarang sudah menyegel 11 unit rumah yang dibangun di desa Lueng sa kecamatan Madat Kebupaten aceh Timur.

Pihaknya melakukan pembangunan rumah itu atas perintah kabid sebelumnya Muhammad Sean, kalau kita tidak menggugat siapapun tetapi kalau tidak ada yang bertanggung jawab tentang pembayaran rumah itu akan kita keluarkan penghuni lalu akan kita robohkan secara paksa dan akan kita liat nanti siapa yang larang, kalau nanti terjadi kerusuhan pihak dinas terkait harus bertanggung jawab dalam hal ini ujar Ridwan mengakhiri pernyataan nya.

Sementara itu Chiatuddin, ST.MT Kabid perumahan dan pemukiman yang coba di hubungi Media ini ke kantornya Senin (7/8) tidak berhasil  sedangkan HP juga tidak aktif.

Sampai berita ini di turunkan belum ada pihak dinas terkait yang memberikan keterangan menyangkut pembangunan rumah yang dibangun untuk warga miskin.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS