33219 KALI DIBACA

Rampas Kereta di Jalan, Debt Collector Dilapor ke Polisi

Rampas Kereta di Jalan, Debt Collector Dilapor ke Polisi
example banner

LUBUK PAKAM –  Debt collector yang sering merampas Sepeda Motor dijalan kena batunya. Pemilik kereta melaporkannya ke Polisi. Itu dialami Endang Sari boru Sitorus (29) warga Desa Durian Kecamatan Pantai Labu. Mio BK 4899 MAU miliknya dirampas oleh dua debt collector disebut-sebut bernama Husen dan Wira Sirait di Jalan Setia Budi Lubuk Pakam.

Suami korban, Lenardo Manurung (40) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (16/7) di Jalan Setia Budi Lubuk Pakam. Saat itu isterinya berboncengan dengan ibunya. Melintas dilokasi kejadian, Husen dan Wira yang mengaku debt collector CS Finance di Jalan Medan- Lubuk Pakam itu langsung menghentikan sepedamotor yang dikendarai Endang dan menyebutkan jika sudah tiga bulan cicilan sepedamotornya tidak dibayar. Dengan jujur Endang pun mengakuinya. Maka Husen dan Wira merampas sepedamotor Endang dan melarikannya.

Saat Leonardo pulang dari pasar berjualan, Endang pun memberitahukannya kepada suaminya jika sepedamotor dirampas deb collector yang mengaku dari CS Finance. Pada Senin (17/7) Leonanrdo pun mendatangi kantor CS Finance dan membayar tiga bulan cicilan yang menunggak itu. Namun anehnya, sepedamotor miliknya tidak berada di kantor CS Finance. Barulah setelah beberapa jam tunggakan cicilan dibayar, sepedamotor miliknya diantar ke CS Finance.

Awalnya, Leonardo meminta keringanan agar biaya beban tarik sebesar Rp 1,5 juta jangan seluruhnya dibayarkan karena uangnya sudah habis membayar tunggakan cicilan. Oleh Ali bagian Administrasi di CS Finance menyarankan agar membayar biaya tarik sebesar Rp 700 ribu. Meski sudah berkurang, Leonanrdo tak sanggup membayarnya. Sehingga Kepala Cabang CS Finance RP Silaban menyarankan Leonanrdo untuk nego soal biaya tarik dengan Husen dan Wira.

Selanjutnya Wira Sirait datang ke kantor CS Finance dan Leonardo meminta agar biaya tarik dikurangi. Wira pun mencoba menghubungi Husen dan Husen ngotot tetap biaya tarik Rp 1,5 juta. Merasa keberatan dengan ulah dua debt collector yang meminta uang tarik padahal tunggakan cicilan sudah dibayar dan sepedamotor baru nampak setelah dibayar, maka Leonardo pun melaporkan Husen dan Wira Sirait ke Polres Deli Serdang.

Setelah diperiksa penyidik, maka Leonardo pun disuruh untuk membawa sepedamotornya dari kantor CS Finance. Tiba disana, personel Polres Deli Serdang sudah berada disana. Husen pun tak berani nongol karena pernah bermasalah dan dihukum kasus pemalsuan STNK dan yang muncul justru isterinya dan memohon agar sepedamotor Leonanrdo diberikan saja dan biaya tarik tidak usah dibayar. Leonardo pun akhirnya membawa sepedamotornya dari kantor CS Finance. ()

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS