86719 KALI DIBACA

LSM LPAP RI Minta Kasus Mar Up Pengadaan Tanah Rumah Nelayan di Gampong Kapa Segera di Ambil Oleh Kejagung.

LSM LPAP RI Minta Kasus Mar Up Pengadaan Tanah Rumah Nelayan di Gampong Kapa Segera di Ambil Oleh Kejagung.
example banner

Langsa Aceh I Media Realitas– Ketua Lsm LPAP RI Aceh Ibnu Hajar SH meminta kasus mar up pengadaan tanah di Gampong kapa kecamatan Langsa kota secara di ambil Alih oleh Kejagung mengingat kasus ini sudah lama ter endap di kejaksaan negeri ( Kajari ) Langsa sampai saat ini belum tuntas walaupun pihak Kajari kota langsa sudah memeriksa sedikit nya 23 orang saksi termasuk Mursil SH Mkn bupati terpilih Kabupaten Aceh Tamiang, ujar Ibnu Hajar kepada  Media Realitas Sabtu (15/7) di premium Cafee jln Iskandar muda jam 10.30 WIB.

Menuruti Ibnu Hajar, Peran mantan Kakanwil BPN aceh Mursil SH Mkn
Selaku ketua penetapan harga sedangkan wali kota langsa Usman Abdullah SE sebagai pejabat yang berwenang mencari dan penetapan lahan untuk perumahan nelayan Gampong kapa kecamatan langsa timur.
Ibnu Hajar sudah menghubungi Pihak kejaksaan langsa  Namun mengakui bahwa terhadap  harga tanah yang sangat melambung tim dari Kejari langsa sedang menunggu rekomendasi dari mappi, terhadap kejanggalan harga tanah yang di beli oleh pihak Pemda aceh untuk pembangunan rumah nelayan.

Menurut Ibnu Hajar disini  terindikasi kuat bahwa ada pihak pihak yang terlibat ikut mempengaruhi pihak mappi untuk membuat perkara ini kabur.
Pihak lsm LPAP RI, meminta pihak Kejagung untuk segera mengambil alih perkara ini sehingga masyarakat kota langsa tidak muncul kecurigaan terhadap penegak hukum adanya permainan dalam kasus ini ujar Ibnu.
Tanah yang di beli pihak Pemda aceh yang kerja sama denga pihak Pemko langsa untuk perusahaan Natalan harganya mencapai Rp 1 milyar lebih kurang namun uang negara dikuras mencapai Rp 7 milyar lebih makanya kita minta pihak Kejagung segera ambil alih kasus ini mengingat banyak nya pejabat baik ditingkat Pemda aceh
maupun pejabat di Pemko langsa yang ikut terlibat dalam kasus ini.
Dugaan kita kasus ini mau diaman kan oleh oknum terkait karena ada sejumlah pejabat uang sudah menerima free pada saat mar up pembayaran tanah ini ujar Ibnu.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS