41219 KALI DIBACA

PSK Yang Ditangkap Polsek Trucuk Jalani Sidang di PN Bojonegoro

PSK Yang Ditangkap Polsek Trucuk Jalani Sidang di PN Bojonegoro
example banner

Bojonegoro Kota | Media Realitas – Tiga orang perempuan yang diduga berprofesi sebagai penjaja seks komersial (PSK) yang terjaring saat Operasi Pekat (penyakit masyarakat) jajaran Polsek Trucuk bersama anggota Koramil Trucuk dan Satpol PP Kecamatan Trucuk, pada Rabu (31/05/2017) sekira pukul 23:00 WIB lalu, di Eks Lokalisasi Dusun Kalisari turut Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (02/06/2017) siang, berkas perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Menurut keterangan Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto SH, identitas ketiga pelaku tersebut, FITA (24) dan VIVI (24), keduanya warga Desa Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban, serta ANI (34), warga Desa Klepek Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.

“Karena pelanggaran tipiring, pelaku tidak di tahan,” terang AKP Singgih, Jumat (02/06/2017).

Masih menurut AKP Singgih Sujianto SH, bahwa ketiga orang tersebut terjaring saat dilaksanakan giat Operasi Pekat Gabungan, pada Rabu (31/05/2017) sekira pukul 23.00 WIB lalu.

“Mengingat hari Kamis kemarin merupakan hari libur, sehingga baru disidangkan di Pengadilan Negeri Bojonegoro hari ini,” ungkap AKP Singgih.

Lebih lanjut AKP Singgih menambahkan, para pelaku disangka melanggar Pasal 30 ayat (2a) junto Pasal 38 Ayat (1), PERDA Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum.

“Para pelaku diancam dengan sanksi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta rupiah.” jelasnya.

Adapun putusan sidang pada Jumat siang hari tadi, ketiga terdakwa oleh hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro, dinyatakan bersalah dan masing-masing terdakwa divonis pidana denda sebesar Rp 500 ribu, subsider 3 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar bea sidang masing-masing sebesar Rp 2 ribu.

“Masing-masing terdakwa divonis pidana denda sebesar Rp 502 ribu, dan langsung dibayar, sehingga para terdakwa bisa langsung pulang,” imbuh Kapolsek.

Secara terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, kepada media ini menyampaikan bahwa jajaran Polres Bojonegoro saat ini sedang melaksanakan giat Operasi Cipta Kondisi, dimana salah satu sasarannya adalah, melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat) seperti penjualan dan atau peredaran minuma keras (miras), perjudian serta praktik-praktik prostitusi.

Kapolres juga mengharapkan peran serta seluruh masyarakat Bojonegoro, untuk turut serta membantu memelihara kemanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam pemberantasan penyakit masyarakat .

“Apabila ada warga masyarakat yang mengetahui atau menjumpai segala bentuk penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Bojonegoro, diantaranya minuman keras, perjudian dan prostitusi, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat, “pungkas Kapolres.(Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS