45519 KALI DIBACA

Dua Dosen ISBI di Hajar Aparat

Dua Dosen ISBI di Hajar Aparat

Banda Aceh I Media Realitas – Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, diwarnai dengan insiden pemukulan terhadap dua orang dosen ISBI oleh oknum aparat kepolisian yang bertugas mengawal jalannya aksi unjuk rasa menuntut mundurnya rektor kampus seni tersebut.

Peristiwa pemukulan itu terjadi ditengah aksi demonstrasi yang digelar Forum Mahasiswa ISBI Aceh di depan Gedung Rektorat ISBI Aceh, Kota Jantho Aceh Besar, Jumat (2/5)

Adapun dua orang dosen yang mengalami aksi kekerasan aparat tersebut adalah Fadlan Bachtiar, M.Sn (Dosen Tetap Prodi Seni Rupa) dan M. Zubir (Dosen Tetap Prodi Kriya).

“Ya, benar kami dipukul, saat aksi sedang berjalan kami melihat pihak polisi masuk dalam barisan dan memutuskan tali pembatas aksi mahasiswa, kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan mencoba untuk melindungi mahasiswa, tiba-tiba polisi menarik, memukul dan menendang kami serta dibawa ke kantor polisi,” beber Fadlan didampingi M. Zubir sebagaimana dilansir Lintasgayo.Com, Jumat(2/6).

Kedua dosen yang dipukuli tersebut dibawa ke kantor polisi oleh aparat keamanan.

Polemik di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terus berlanjut pasca mosi tidak percaya yang dilayangkan sejumlah dosen beberapa hari lalu.

Mahasiswa menuntut Rektor ISBI Aceh mundur dari jabatannya juga menolak pelantikan Wakil Rektor yang direncanakan hari itu juga. Puluhan aparat kepolisian mengawal ketat aksi tersebut yang berlangsung dari pagi sampai siang.

Dalam aksi tersebut disampaikan beberapa poin tuntutan oleh perwakilan mahasiswa dihadapan Rektor dan tenaga kependidikan (staf) ISBI Aceh.

Aksi sempat tegang karena pihak keamanan masuk dalam barisan mahasiswa dan terjadi pemukulan kepada dua orang dosen ISBI Aceh oleh oknum polisi saat menenangkan massa di barisan mahasiswa.

Rahmad, salah seorang perwakilan Forum Mahasiswa ISBI Aceh menyebutkan, aksi yang dilaksanakan oleh mahasiswa menuntut Rektor ISBI Aceh mundur dari jabatannya dan mempertangungjawabkan kinerja selama menjabat.

Mereka juga menolak pelantikan wakil rektor yang dilaksanakan hari ini karena tidak sesuai dengan statuta ISBI Aceh.

“Aksi yang kita laksanakan sebenarnya aksi damai, tidak ada kerusuhan di dalamnya. Namun kami tidak tahu tiba-tiba aparat kepolisian sudah ramai di kampus, mereka memukul dua orang dosen kami saaat melindungi mahasiswa. Kami berharap kepada rektor dengan sesungguhnya mengelola kampus, jangan sampai merugikan mahasiswa,” ungkap Rahmad didampingi mahasiswa lainnya.

Hingga berita ini diturunkan media ini belum mendapatkan keterangan resmi baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak biro rektor.

Namun beberapa henpon milik rektor yang dihubungi media ini sampai Jumat sore belum dapat diperoleh komfiemasi bagai mana kasus demo ini yang sebenarnya terjadi. (Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS