37119 KALI DIBACA

Arus Balik, 32.500an Kendaraan sudah Melitas di Tol Cipali

Arus Balik, 32.500an Kendaraan sudah Melitas di Tol Cipali

Jakarta – Kendaraan yang melintas di Tol Cipali menuju Jakarta pada H+2 Lebaran sudah menunjukkan adanya peningkatan. Setidaknya ada 32.523 unit kendaraan yang melintas pada arus balik kali ini.

PT LMS mencatat sepanjang Selasa (27/6) pukul 06.00 WIB hingga Rabu (28/6) pukul 06.00 WIB kendaraan balik yang ke arah Jakarta mendominasi di pintu masuk GT Palimanan utama sebanyak 32.523 unit atau naik 65%, dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 19.637 unit. Sementara kendaraan yang menuju Cirebon menurun sebesar 45 persen menjadi 31.178 unit, setelah pada hari kemarin mencapai 57.031 unit.

“Terlihat adanya tren peningkatan volume kendaraan di Tol Cipali yang menuju ke arah Jakarta pada Rabu pagi ini, dibandingkan pada hari sebelumnya. Meski terjadi penurunan volume kendaraan yang keluar masuk tol Cipali dari GT Palimanan utama, namun ini masih lebih tinggi 3x dari lalin normal yang biasanya 26.000-30.000 unit. Untuk menjaga kelancaraan lalin, kami mengoperasionalkan 25 gardu,” kata Wakil Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Firdaus Azis lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/6/2017).

Firdaus mengingatkan pada Kamis (30/6), larangan terhadap truk dan kendaraan roda besar melintas di jalan tol akan dicabut. Firdaus memprediksi lalu lintas di Tol Cipali akan semakin padat.

“Dengan pencabutan larangan ini, besar kemungkinan lalu lintas di tol Cipali akan semakin padat. LMS mengimbau pengemudi agar lebih berhati-hati dan selalu menjaga jarak dengan kendaraan lainnya,” katanya.

Firdaus juga mengimbau agar pengendara tetap mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km/jam dan menjaga jarak aman sesuai kecepatan. Dia juga mengingatkan pada KM 92+300 yang mengarah ke Jakarta agar berhati-hati karena ada pengalihan jalur.

“Pengemudi juga diimbau agar pada saat melewati KM 92+300 B arah Jakarta untuk berhati-hati karena ada pengalihan jalur, yaitu penutupan lajur 1 ke lajur 3 median (widening). Demi menjaga kelancaran, LMS telah memasang rambu-rambu dan MWB/rubber cone sebagai petunjuk pengalihan jalur untuk para pengemudi,” ujar Firdaus.

Dia menambahkan kepada pengemudi bus agar mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal itu dikarenakan tidak semua gardu di GT Palimanan bisa dilewati bus.

“LMS juga mengimbau kepada pengemudi bus, karena tidak semua gardu satelit di GT Palimanan utama bisa dilewati kendaraan bus, pengendara bus diharapkan mengambil lajur yang disediakan dan mengikuti arahan petugas pengatur lalu lintas di gerbang tol. Hal ini agar tidak menutupi kendaraan lain saat memasuki gardu tol, dengan demikian dapat menjaga kelancaran di gardu tol,” urainya.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS